BERAU – Upaya pencarian terhadap korban longsor di area tambang PT Supra Bara Energi (PT SBE) yang terjadi pada Selasa sore (21/10/25) hingga malam ini, Rabu (22/10/25), masih belum membuahkan hasil. Korban bernama Setyo Budi Utomo (43), seorang Foreman Pompa, dilaporkan tertimbun material longsoran di area Pit 59 saat berada di sekitar rumah sumur (water pump station).
Kronologi Sebelum Longsor
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh Tim InfoBerauku dari sumber internal lapangan, kronologi kejadian sebelum longsor sebagai berikut:
● Pukul 12.10 WITA, rekan kerja korban bernama Sayfulloh masih sempat berkomunikasi melalui HT dengan Setyo Budi.
● Pukul 12.15 WITA, Sayfulloh mengaku mendengar suara bergemuruh dari arah lokasi pompa yang kemudian diketahui sebagai titik longsoran.
● Pukul 12.30 WITA, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT SBE melintas di Pit 55 dan melihat longsor terjadi di area Pompa Air Pit 55.
● Pukul 17.40 WITA, pencarian hari pertama dihentikan sementara karena kondisi di lapangan tidak memungkinkan, dan dilanjutkan kembali Rabu pagi.

Korban terakhir diketahui menggunakan pakaian kerja berwarna kuning, helm putih, dan celana panjang jeans. Sementara itu, kedalaman air galian tambang di lokasi kejadian diperkirakan mencapai 11–19 meter dari permukaan, sehingga memperbesar tantangan evakuasi.
Pencarian Diperluas
Memasuki hari kedua, upaya pencarian kembali dilanjutkan oleh tim gabungan yang terdiri dari:
● Tim rescue internal perusahaan
● BPBD Berau
● Basarnas Berau
● Aparat kepolisian
● Unsur TNI
● Dibantu pekerja tambang setempat
Sejumlah alat berat dikerahkan untuk mempercepat pencarian. Namun proses evakuasi masih terkendala ketebalan material longsoran bercampur lumpur dan kontur tanah yang labil. Potensi longsor susulan membuat proses pencarian dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian.
Hingga berita ini diterbitkan, korban masih belum ditemukan. Lokasi kejadian masih dinyatakan dalam status siaga, sementara pencarian terus dilakukan hingga malam hari dengan bantuan penerangan tambahan.
Tim InfoBerauku masih berupaya mendapatkan keterangan resmi lanjutan dari manajemen PT SBE, BPBD Berau, Basarnas, dan pemerintah daerah terkait perkembangan pencarian korban.(*)
