Kutai Timur – Festival Literasi Kutai Timur (FLKT) #1 menjadi tonggak penting dalam upaya memajukan budaya literasi sekaligus mengangkat potensi generasi muda daerah ke kancah nasional. Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur bekerja sama dengan Nyalanesia ini sukses menarik antusiasme ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, senin (08/12/25).
Sebanyak 13.333 siswa dan guru dari 332 sekolah di Kabupaten Kutai Timur ambil bagian dalam festival literasi perdana tersebut.
Beragam kegiatan edukatif dan kreatif digelar, mulai dari pelatihan menulis, workshop literasi, penerbitan buku, pengembangan website literasi sekolah, hingga lomba karya tulis dan apresiasi sastra.
Kepala Disdikbud Kutai Timur, Mulyono, menyampaikan bahwa Festival Literasi Kutai Timur bukan sekadar agenda seremonial, melainkan gerakan nyata membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, festival ini menjadi ruang bagi siswa dan guru untuk mengekspresikan gagasan, kreativitas, serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional.
“Walaupun ini tahun pertama, hasilnya sangat menggembirakan. Kami optimistis karya-karya literasi dari Kutai Timur dapat tampil dan bersaing di level nasional pada tahun 2026,” ujarnya.
Salah satu capaian membanggakan dari festival ini adalah terbitnya 133 buku antologi karya siswa dan guru, terbentuknya tim literasi sekolah yang solid, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya budaya membaca dan menulis di lingkungan pendidikan.
Puncak acara Festival Literasi Kutai Timur #1 berlangsung meriah dengan penyerahan penghargaan kepada para penggerak literasi dan peserta berprestasi.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Literasi Nasional, disusul apresiasi kepada Bunda Literasi dan jajaran Disdikbud atas komitmen mereka dalam memajukan literasi daerah.
Selain itu, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan pentas seni, pembacaan puisi, serta penampilan musik yang menggambarkan semangat dan kreativitas generasi muda Kutai Timur.
Melalui Festival Literasi Kutai Timur #1, pemerintah daerah berharap literasi tidak hanya tumbuh sebagai kebiasaan, tetapi menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi muda yang kritis, kreatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.(*)
