TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mulai membangun pos jaga di kawasan Tepian Ahmad Yani. Fasilitas tersebut disiapkan untuk memperkuat pengawasan sekaligus menciptakan rasa aman di salah satu pusat aktivitas wisata kuliner yang ramai dikunjungi masyarakat.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, melalui Staf Teknis Andi, menyampaikan bahwa selama ini kawasan tepian belum dilengkapi sarana pengamanan permanen.
Padahal, aktivitas pengunjung berlangsung hampir setiap hari, terutama pada sore hingga malam hari, sehingga memiliki potensi gangguan ketertiban apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Ia menjelaskan, kehadiran pos jaga diharapkan dapat meminimalkan berbagai potensi kerawanan, mulai dari perselisihan antar pengunjung, gangguan ketertiban, hingga aktivitas yang berpotensi meresahkan.
“Dengan adanya pos jaga, petugas bisa lebih cepat memantau dan merespons situasi di lapangan,” ujar Andi.
Selain berfungsi sebagai sarana pengamanan, pembangunan pos jaga juga dirancang agar tetap selaras dengan konsep penataan kawasan Tepian Ahmad Yani.
Penentuan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan keberadaan landmark tulisan Berau, sehingga tidak mengganggu tampilan visual kawasan yang selama ini menjadi daya tarik wisata.
Bangunan pos jaga dibuat dengan ukuran terbatas dan tidak menutup akses pejalan kaki. Ruang di bagian depan tetap disediakan agar pengunjung dapat melintas dengan nyaman.
Keberadaan pos jaga ini juga diarahkan untuk membantu penertiban parkir kendaraan, khususnya kendaraan bertonase besar yang kerap berhenti di kawasan tepian pada jam-jam tertentu. Selama ini, parkir sembarangan dinilai mengganggu pemandangan dan berisiko merusak fasilitas umum.
“Penataan kawasan tidak hanya soal keindahan, tetapi juga ketertiban dan keselamatan,” tambahnya.
Pos jaga tersebut nantinya akan dilengkapi fasilitas pendukung agar dapat digunakan secara optimal oleh petugas yang berjaga. Bangunan ini terbuka untuk dimanfaatkan oleh Satpol PP maupun unsur pengamanan lainnya dalam melakukan pengawasan kawasan wisata.Terkait pengelolaan, Disbudpar Berau akan mencatat pos jaga tersebut sebagai aset instansi.
Sementara pelaksanaan operasionalnya akan dibahas lebih lanjut melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).Pembangunan pos jaga ini mendapat sambutan positif dari para pedagang di kawasan Tepian Ahmad Yani.
Mereka menilai keberadaan petugas dapat memberikan rasa aman sekaligus mendukung kenyamanan pengunjung, sehingga aktivitas usaha dapat berjalan lebih tertib.
Dengan penambahan fasilitas pengamanan tersebut, Disbudpar Berau berharap kawasan Tepian Ahmad Yani dapat berkembang sebagai destinasi wisata kuliner yang aman, nyaman, dan tertata bagi masyarakat maupun wisatawan.(*)
