BERAU – Menyongsong lonjakan wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau menegaskan komitmennya menjaga kenyamanan dan keamanan destinasi wisata. Salah satu fokus utama adalah penegakan standar operasional prosedur (SOP) serta pencegahan praktik “aji mumpung” oleh pengelola wisata.
Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi kenaikan harga lapak, tiket, maupun fasilitas wisata yang tidak sesuai ketentuan. Menurutnya, imbauan ini telah berulang kali disampaikan kepada seluruh pengelola destinasi.
“Kami ingin wisata berjalan sehat. Tidak boleh ada pemaksaan harga demi keuntungan pribadi. Jika ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak dengan teguran,” tegas Ilyas.
Sebagai langkah persiapan, Disbudpar Berau dijadwalkan menggelar Jambore Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pada 19–21 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi sarana pembekalan bagi pengelola wisata agar lebih siap menghadapi tingginya arus kunjungan selama libur panjang Nataru.
Dari sisi keselamatan, Disbudpar juga meminta agar seluruh prasarana wisata dicek secara rutin. Destinasi wisata air seperti pantai dan danau diminta memastikan ketersediaan pelampung, perahu, dan perlengkapan keselamatan lain dalam kondisi layak.
“Khusus jalur menuju Pulau Derawan dan Maratua, operator speed boat wajib melakukan pengecekan mesin secara menyeluruh dan melengkapi alat keselamatan sesuai SOP,” jelasnya.
Tak hanya soal keamanan, kebersihan dan kualitas pelayanan juga menjadi perhatian. Pengelola destinasi diimbau menambah fasilitas tempat sampah jika diperlukan serta meningkatkan standar layanan kepada pengunjung.
“Kami ingin wisatawan pulang dengan kesan positif, bukan hanya karena keindahan alam Berau, tetapi juga karena pelayanan yang ramah dan profesional,” tutup Ilyas.(*)
