Sultan Gunung Tabur, Ketua Dewan Adat Kesultanan Gunung Tabur dan Lembaga Pemangku Adat Wilayah Kesultanan Gunung Tabur Apresiasi Peresmian Dermaga Wisata dan Pedestrian di Kawasan Keraton

Berau – Sultan Gunung Tabur Adji Awang Idris, Ketua Dewan Adat Kesultanan Gunung Tabur, serta Lembaga Pemangku Adat Wilayah Kesultanan Gunung Tabur menyampaikan apresiasi atas peresmian Dermaga Wisata dan Pedestrian yang berada di kawasan Keraton Kesultanan Gunung Tabur, Kecamatan Gunung Tabur, Selasa (23/12/2025).

Peresmian tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam penataan kawasan bersejarah sekaligus penguatan fungsi keraton sebagai pusat budaya dan destinasi wisata sejarah.

Sultan Gunung Tabur Adji Awang Idris menilai pembangunan dermaga wisata dan pedestrian tersebut tidak hanya memperindah kawasan keraton, tetapi juga memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dan wisatawan untuk mengenal sejarah serta budaya Kesultanan Gunung Tabur secara lebih dekat.

“Keberadaan fasilitas ini menjadi sarana yang baik untuk memperkenalkan nilai-nilai sejarah dan budaya Gunung Tabur kepada generasi muda maupun pengunjung dari luar daerah,” ujar Sultan Gunung Tabur Adji Awang Idris.

Menurutnya, pengelolaan kawasan dermaga wisata dan pedestrian harus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat, menjaga kelestarian lingkungan, serta mempertahankan keaslian kawasan keraton sebagai situs sejarah.

Sultan Gunung Tabur juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

“Kawasan keraton merupakan warisan bersama yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Dengan adanya penataan ini, kami berharap masyarakat ikut berperan aktif menjaga kebersihan, ketertiban, dan nilai-nilai budaya yang ada,” tambahnya.

Peresmian Dermaga Wisata dan Pedestrian Gunung Tabur tersebut merupakan bagian dari pengembangan kawasan wisata sejarah dan budaya di Kecamatan Gunung Tabur.

Program ini diharapkan mampu memperkuat identitas daerah, meningkatkan kunjungan wisata, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal Kabupaten Berau secara berkelanjutan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!