TELUK BAYUR – Paguyuban Warga Nganjuk di Berau, Sarujuk, merayakan hari jadinya yang ke-9 pada Sabtu (3/1/2026) di Sekretariat Sarujuk, Jalan Raja Alam 2, Gang Meranti, Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur.
Acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua DPD Ikapakarti Berau, Dr. Syarifatul Syadiah, menjadi momen spesial untuk merayakan kebersamaan dan perjuangan komunitas dalam mempertahankan tradisi serta budaya Jawa di perantauan.
Dalam sambutannya, Syarifatul Syadiah memberikan apresiasi tinggi kepada Sarujuk yang selama hampir satu dekade telah berperan besar dalam mempererat silaturahmi antarwarga Nganjuk di Berau.
“Sarujuk bukan sekadar tempat berkumpul, tapi juga sarana untuk melestarikan seni dan budaya Jawa, yang menjadi identitas kita,” ujar Syarifatul.
Ia menegaskan bahwa komunitas seperti ini memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh leluhur.
Syarifatul juga mengingatkan pentingnya sifat gotong royong dan tepo seliro dalam kehidupan bermasyarakat, yang menurutnya sangat relevan untuk diterapkan oleh warga Jawa, khususnya di Kabupaten Berau.
“Sebagai warga Jawa, kita harus tetap menjunjung tinggi kebersamaan dan saling menghargai, tidak hanya di tanah kelahiran, tapi juga di tempat perantauan,” tambahnya.
Sebagai bentuk penghargaan, acara puncak peringatan hari jadi Sarujuk ini diwarnai dengan pemotongan tumpeng ulang tahun yang dipimpin oleh Syarifatul Syadiah. Ia didampingi oleh Ketua Sarujuk, Edi Santosa, serta sejumlah tokoh dari berbagai komunitas.
Pemotongan tumpeng menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan Sarujuk yang telah memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Acara ini semakin meriah dengan penampilan kesenian Bantengan dari Paguyuban Seni Bantengan Putro Mahesa yang turut memeriahkan suasana.
Penampilan tersebut menunjukkan betapa pentingnya seni sebagai bagian dari pelestarian budaya Jawa yang terus dijaga oleh komunitas Sarujuk di Berau.
Hal ini menunjukkan bahwa budaya tidak hanya dilestarikan dalam bentuk kata-kata, tetapi juga dalam aksi nyata melalui kegiatan-kegiatan seperti ini.
Dengan perayaan yang berlangsung penuh kebersamaan ini, Paguyuban Sarujuk Berau kembali menegaskan posisinya sebagai wadah yang memperkuat ikatan antarwarga Nganjuk di perantauan.
Sarujuk tidak hanya sekadar tempat bertemu, tetapi juga simbol dari kekuatan budaya dan solidaritas yang tak tergoyahkan. Semoga di usia yang ke-9 ini, Sarujuk terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya di Berau.(*)
