BIDUK-BIDUK – Jembatan Teluk Sumbang yang berada di Kecamatan Biduk-Biduk kini kembali berdiri kokoh dan siap digunakan pada tahun 2026. Jembatan ini menjadi kado berharga bagi masyarakat Kampung Teluk Sumbang setelah sebelumnya sempat mengalami kerusakan parah akibat diterjang banjir pada Mei 2024 lalu.
Peristiwa banjir besar tersebut menyebabkan jembatan lama ambruk dan memutus akses utama warga. Kondisi ini sempat menyulitkan aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas harian hingga distribusi logistik dan hasil ekonomi warga setempat.
Melalui penanganan serius Pemerintah Kabupaten Berau, pembangunan kembali Jembatan Teluk Sumbang akhirnya dituntaskan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Berau. Proyek ini bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kalimantan Timur yang didukung oleh APBD Kabupaten Berau, dan rampung pada akhir tahun 2025.
Untuk kawasan Teluk Sumbang secara keseluruhan, Pemkab Berau mengalokasikan anggaran sekitar Rp150 miliar pada tahun 2025 guna mendukung tujuh proyek strategis, termasuk pembangunan jembatan dan peningkatan infrastruktur jalan. Sebagian besar anggaran tersebut berasal dari Bantuan Keuangan Provinsi Kalimantan Timur, sementara sisanya bersumber dari APBD Berau.
Namun demikian, perlu ditegaskan bahwa angka Rp150 miliar tersebut merupakan total anggaran untuk seluruh proyek strategis di Teluk Sumbang, bukan khusus untuk pembangunan Jembatan Teluk Sumbang saja. Hingga kini, porsi anggaran yang dialokasikan secara spesifik untuk pembangunan jembatan masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.
Informasi mengenai total anggaran proyek strategis ini sebelumnya disampaikan dalam kegiatan peninjauan pembangunan oleh Wakil Bupati Berau pada Agustus 2025. Pemerintah daerah berharap, dengan selesainya Jembatan Teluk Sumbang, akses masyarakat semakin lancar, aman, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir selatan Berau.
