BERAU – Memasuki tahun 2026, Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menegaskan pentingnya penguatan sistem deteksi dini di lingkungan sekolah sebagai langkah strategis mencegah kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.
Sumadi menyatakan, kasus-kasus yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir harus menjadi pembelajaran serius bagi dunia pendidikan. Menurutnya, sekolah tidak boleh hanya berfokus pada capaian akademik dan prestasi siswa, tetapi juga harus lebih peka terhadap perkembangan perilaku dan kondisi psikologis peserta didik.
“Tahun 2026 harus menjadi momentum pembenahan. Sekolah perlu memiliki sistem yang mampu mendeteksi sejak dini perubahan perilaku siswa yang berisiko, sehingga pencegahan bisa dilakukan sebelum terjadi pelanggaran,” ujar Sumadi, Senin (—).
Ia mendorong Dinas Pendidikan Berau untuk mulai menerapkan program monitoring perilaku siswa secara terstruktur, termasuk pendampingan psikologis dan konseling rutin. Menurutnya, pendekatan ini telah terbukti efektif di sejumlah daerah dalam menekan angka kekerasan terhadap anak.
Politisi PKS tersebut menekankan bahwa perilaku menyimpang tidak muncul secara instan, melainkan berkembang akibat lemahnya pengawasan dan pembinaan. Oleh karena itu, ia menilai sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial harus menjadi fokus utama kebijakan pendidikan ke depan.
“Pencegahan tidak bisa dibebankan ke satu pihak saja. Tahun 2026 harus menjadi era penguatan kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan masyarakat,” tegasnya.
Selain deteksi dini, Sumadi juga meminta agar kegiatan edukasi karakter diperkuat di sekolah. Mulai dari pendidikan moral, etika pergaulan, hingga pemahaman mengenai batasan sosial serta konsekuensi hukum dari tindakan menyimpang.
“Anak-anak perlu dibekali pengetahuan sejak dini. Mereka harus tahu apa yang boleh dan tidak boleh, serta memahami dampak dari setiap tindakan,” tambahnya.
Sumadi berharap, melalui penguatan sistem pengawasan dan pembinaan di tahun 2026, lingkungan pendidikan di Berau dapat menjadi ruang yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.(*)
