BERAU – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, turut menghadiri kegiatan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di Masjid Jami Baiturrahman, Kecamatan Talisayan, Rabu (14/1/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut juga dihadiri langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat setempat.
Sumadi menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj tidak hanya menjadi momentum peningkatan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Ia menilai, kehadiran kepala daerah dan unsur pimpinan lainnya menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan berdaya saing.
Pada kesempatan itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas memanfaatkan momentum Isra Mi’raj untuk mendorong penguatan peran perempuan pesisir dalam meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Bupati menegaskan bahwa pendidikan agama Islam merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter masyarakat yang berakhlak, jujur, dan bertanggung jawab.Namun demikian, Sri Juniarsih menekankan bahwa nilai-nilai keagamaan perlu diiringi dengan semangat inovasi dan kemandirian, khususnya bagi perempuan yang memiliki peran strategis dalam keluarga dan lingkungan sosial.
Menurutnya, kecamatan pesisir seperti Talisayan memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal yang dapat digerakkan oleh komunitas perempuan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Menanggapi hal tersebut, Sumadi menyatakan dukungannya terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Berau dalam memberdayakan perempuan pesisir. Menurutnya, penguatan ekonomi keluarga yang dimotori oleh perempuan akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
“Perempuan memiliki peran penting, tidak hanya dalam membentuk karakter generasi melalui pendidikan agama di keluarga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi. Jika dibekali keterampilan dan pendampingan yang tepat, potensi perempuan pesisir di Berau sangat besar,” ujar Sumadi.
Ia berharap, melalui sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat, program pemberdayaan perempuan dapat berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keagamaan, sehingga pembangunan di wilayah pesisir dapat berlangsung secara berkelanjutan dan merata.(*)
