Samarinda, Kaltim – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Ketua DPW Laskar Banjar Borneo (LBB) Kota Samarinda, Heri Sahrijal, mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Timur, khususnya Samarinda, untuk menjaga keamanan dan ketertiban demi kelancaran ibadah selama bulan puasa. Dalam himbauannya, Heri menekankan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan oleh masyarakat.
Pertama, Heri mengingatkan agar masyarakat tidak menyalakan petasan atau mercon selama Ramadhan. Selain membahayakan keselamatan, petasan juga dapat mengganggu kekhusyukan beribadah. Petasan merupakan bahan peledak yang berpotensi menimbulkan kerugian baik materiil maupun immateriil. Oleh karena itu, ia mengimbau agar petasan tidak dibuat, disimpan, dijual, atau digunakan. Tindakan ini melanggar UU Darurat No. 12 Tahun 1951, yang mengancam dengan hukuman penjara hingga 12 tahun.
Selain itu, Heri juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap tindakan kriminal yang sering terjadi, terutama pencurian kendaraan bermotor. Ia meminta agar kendaraan selalu dikunci ganda dan memastikan rumah dalam keadaan aman ketika ditinggalkan untuk beribadah, seperti saat menjalankan shalat Tarawih. Ini penting agar kejahatan dapat dihindari selama bulan suci ini.
Kejahatan lainnya seperti penipuan, copet, jambret, hingga hipnotis juga semakin marak, terutama di tempat umum. Heri menghimbau agar masyarakat tidak mengenakan barang berharga secara berlebihan dan lebih berhati-hati ketika berada di keramaian atau menggunakan kendaraan umum. Waspada terhadap modus-modus penipuan bisa mengurangi potensi kerugian.
Keamanan rumah saat beribadah juga menjadi perhatian penting. Masyarakat diminta untuk memeriksa kondisi rumah sebelum berangkat beribadah. Pastikan pintu dan jendela terkunci dengan baik dan matikan semua alat yang berpotensi menyebabkan kebakaran, seperti kompor dan perangkat elektronik. Keamanan rumah yang terjaga akan menghindarkan masyarakat dari potensi kebakaran dan pencurian.
Saat ngabuburit, atau menunggu waktu berbuka puasa, Heri mengingatkan agar masyarakat menghindari perilaku yang bisa merusak ketertiban, seperti balap liar, pacaran yang melanggar norma, atau keributan yang berpotensi menimbulkan perkelahian. Sebaliknya, ia mengajak umat Islam untuk memanfaatkan waktu ngabuburit dengan kegiatan yang lebih positif, seperti beritikaf di masjid dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Peran serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda juga sangat penting dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif selama Ramadhan. Heri mengajak semua pihak untuk lebih aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, sehingga tercipta suasana yang damai dan harmonis. Dengan kebersamaan, diharapkan Ramadhan tahun ini bisa berjalan lancar, tanpa gangguan yang merusak ketenangan.
Dengan semangat gotong royong, Heri berharap seluruh masyarakat Kalimantan Timur bisa menjalani Ramadhan dengan penuh kedamaian dan keberkahan. Mari kita jaga bersama ketertiban dan keamanan untuk menciptakan suasana yang kondusif selama bulan puasa.(*)
