Sumadi Hadiri Musrenbang Kecamatan Kelay 2026, Dorong Pemerataan Infrastruktur Hulu Berau

KELAY – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan wilayah hulu Kabupaten Berau kembali berlanjut di Kecamatan Kelay, Selasa (10/2/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dan dihadiri Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi.

Sumadi mengungkapkan rasa syukurnya dapat kembali menghadiri rangkaian Musrenbang di wilayah hulu. Menurutnya, forum ini menjadi momentum penting untuk bersilaturahmi sekaligus mendengarkan langsung aspirasi masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Berau yang berkeadilan.

“Alhamdulillah, saya bisa berkesempatan menghadiri Musrenbang Kecamatan Kelay tahun 2026. Senang rasanya dapat bertemu dan mendengar langsung aspirasi masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab kita membangun Berau yang merata dan berkeadilan,” ujarnya.

Dalam Musrenbang tersebut, sebanyak 231 usulan pembangunan diajukan. Usulan itu merupakan rangkuman hasil Musrenbang tingkat kampung yang dilaksanakan pada 15–27 Januari 2026. Aspirasi masyarakat masih didominasi kebutuhan dasar seperti pembangunan dan peningkatan jalan serta jembatan, jaringan listrik, air bersih, telekomunikasi, hingga perlindungan kawasan hutan.

Camat Kelay, Thoris, menyampaikan mayoritas usulan masyarakat masih berkisar pada perbaikan infrastruktur dasar guna meningkatkan konektivitas antar kampung. Salah satu program prioritas yakni rencana pembangunan jalan tembus dari ibu kota kecamatan menuju seluruh kampung di wilayah Kelay.

Ia juga menjelaskan sejumlah rencana pembangunan infrastruktur, di antaranya jalan lingkar dalam Kampung Long Lanuk–Merapun yang diharapkan memangkas jarak tempuh dari sekitar 190 kilometer menjadi 80 kilometer. Selain itu, terdapat rencana lanjutan jaringan jalan lingkar dalam ke Kampung Merasa sepanjang 2,5 kilometer, serta lanjutan jalan dari Muara Lesan ke Kampung Panaan. Untuk jaringan listrik, saat ini telah masuk ke wilayah Muara Lesan dan Panaan sepanjang 8,6 kilometer.

“Jika pemenuhan infrastruktur dasar ini dapat terealisasi, tentu akan memudahkan pemerintah kecamatan melakukan pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat di setiap kampung,” ujar Thoris.

Di sektor pendidikan, kekurangan tenaga pendidik khususnya guru mata pelajaran juga menjadi perhatian serius dalam perencanaan pembangunan daerah.

Menanggapi hal tersebut, Sumadi menegaskan komitmen DPRD Berau untuk mengawal usulan-usulan prioritas masyarakat, khususnya yang menyangkut kebutuhan dasar dan peningkatan kualitas pelayanan publik di wilayah hulu.

“Wilayah hulu memiliki tantangan geografis tersendiri. Karena itu, pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan harus menjadi perhatian utama agar masyarakat merasakan kehadiran pemerintah secara nyata,” tegasnya.

Melalui Musrenbang ini, diharapkan arah pembangunan Kabupaten Berau tahun 2026 semakin fokus pada pemerataan akses dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kecamatan Kelay dan wilayah hulu lainnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!