SEGAH – Permasalahan infrastruktur jalan, kebutuhan air bersih, hingga dampak banjir menjadi perhatian utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Segah tahun 2026 yang digelar di Lamin Adat Pelencau Apui, Kampung Tepian Buah, Senin (9/2/2026).
Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Berau, Sumadi, turut menghadiri kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen DPRD dalam menyerap dan mengawal aspirasi masyarakat. Ia mengaku bersyukur dapat bersilaturahmi sekaligus mendengarkan langsung berbagai usulan prioritas dari kampung-kampung di Kecamatan Segah.
“Alhamdulillah, saya berkesempatan menghadiri Musrenbang Kecamatan Segah tahun 2026 ini. Tentu menjadi kebahagiaan bagi saya bisa bersilaturahmi sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab kita bersama dalam membangun Kabupaten Berau yang berkeadilan,” ujarnya.
Sejumlah kampung menyampaikan usulan prioritas yang mayoritas berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Hasil Musrenbang mencatat Kampung Long Ayan menjadi kampung dengan usulan terbanyak, yakni 114 usulan, disusul Punan Malinau sebanyak 46 usulan. Sementara Bukit Makmur dan Harapan Jaya masing-masing 25 usulan, Gunung Sari 21 usulan, Tepian Buah 20 usulan, Pandan Sari 15 usulan, Siduung Indah 14 usulan, Punan Mahakam 11 usulan, Long Laai dan Punan Segah masing-masing 7 usulan, Long Ayap 5 usulan, serta Batu Rajang 3 usulan.
Camat Segah, Noor Alam, menyampaikan bahwa perbaikan jalan yang dilakukan pada 2025 mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun demikian, peningkatan infrastruktur dinilai masih perlu dilanjutkan, terutama pada ruas Tepian Buah menuju Labanan, jalan ke Siduung Indah, serta akses menuju Long Laai dan Punan Segah yang masih mengalami kerusakan cukup parah.
Menurutnya, kondisi jalan yang kurang memadai berdampak pada pelayanan masyarakat, termasuk akses kesehatan dan pembangunan fasilitas umum. Ia juga berharap rencana pembangunan SMA di Kecamatan Segah dapat segera direalisasikan guna memperluas akses pendidikan bagi generasi muda di wilayah tersebut.
Selain infrastruktur jalan, kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian melalui rencana perluasan jaringan SPAM dari Labanan menuju Pandan Sari dan Bukit Makmur. Normalisasi drainase di Siduung Indah dan Gunung Sari dinilai penting untuk mengurangi potensi banjir dan genangan yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Sumadi menegaskan bahwa DPRD akan mengawal aspirasi yang menjadi prioritas masyarakat agar dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Musrenbang ini adalah ruang strategis untuk memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Kami di DPRD siap mengawal dan memperjuangkan usulan yang telah disepakati bersama,” tegasnya.
Melalui forum Musrenbang ini, diharapkan perencanaan pembangunan Kabupaten Berau tahun 2026 dapat berjalan lebih terarah, merata, dan berkeadilan, khususnya bagi masyarakat di Kecamatan Segah.(*)
