Balikpapan – Masa jabatan Muhammad Yamin sebagai Direktur Utama Bankaltimtara 2024–2028 kini berpotensi dipercepat. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mendorong penggantian lebih awal, sementara Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang meminta agar proses dilakukan setelah Lebaran.
Muhammad Yamin, lulusan Fakultas Ekonomi Unmul, telah memimpin bank sejak 2020. Di masa kepemimpinannya, Bankaltimtara bertahan di tengah pandemi, memperkuat modal Pemprov Kaltim hingga Rp5,1 triliun, dan merencanakan ekspansi ke Ibu Kota Nusantara dengan groundbreaking kantor cabang yang dilakukan Presiden Jokowi pada Maret 2024.
Dua kandidat pengganti yang telah lulus tes OJK adalah Romy Wijayanto, mantan Direktur Keuangan & Strategi Bank DKI, dan Amri Mauraga, mantan Dirut Bank Sulselbar.
Jika salah satu terpilih, Bankaltimtara untuk pertama kalinya akan dipimpin figur dari luar daerah, berbeda dari tradisi yang selalu mengutamakan kader internal.
Selain Dirut, dua posisi direktur senior juga diganti, yakni Direktur Kredit Siti Aisyah dan Direktur Operasional & Manajemen Risiko Yenni Israwati. Beberapa kader internal seperti Ivan Kusnandar dan Ismunandar Azis tidak lolos seleksi untuk posisi strategis ini.
Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, mengaku pihaknya belum menerima penjelasan resmi dari pemegang saham mengenai percepatan pergantian.
“Kami baru mengetahuinya dari pemberitaan media. Tidak ada komunikasi langsung,” ujarnya.
Sejak berdiri, Bankaltimtara selalu menempatkan putra daerah di pucuk pimpinan, mulai Aminuddin, Zainuddin Fanani, hingga Yamin sendiri. Mereka memahami kultur lokal, kondisi ekonomi, dan kebutuhan masyarakat Kaltim.Dengan masuknya calon dari luar, tradisi tersebut menghadapi tantangan besar.
Pergantian ini tidak hanya soal posisi strategis, tetapi juga menimbulkan pertanyaan soal kesinambungan budaya kerja, loyalitas lokal, dan masa depan Bankaltimtara sebagai bank daerah kebanggaan Kaltim.(*)
