JAKARTA – Pelaksanaan pengamanan arus mudik dan balik pada Lebaran 2026 melalui Operasi Ketupat 2026 mendapat penilaian positif dari masyarakat.
Berdasarkan survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia, sebanyak 85,3 persen pemudik menyatakan puas terhadap penyelenggaraan operasi pengamanan mudik tahun ini, khususnya dalam aspek kelancaran lalu lintas dan keamanan perjalanan.
Survei yang dilakukan pada 29 Maret hingga 4 April 2026 tersebut melibatkan 1.200 responden di seluruh Indonesia. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menjelaskan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap pengelolaan arus mudik tahun ini tergolong tinggi dan menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari koordinasi berbagai pihak, termasuk kepolisian dan instansi terkait, dalam mengatur arus kendaraan serta menjaga keamanan selama periode mudik.
Rincian Tingkat Kepuasan Pemudik
| Kategori Penilaian | Semua Responden | Khusus Pemudik |
|---|---|---|
| Sangat Puas | 10,8% | 15,3% |
| Cukup Puas | 70,0% | 70,0% |
| Kurang Puas | 7,1% | 9,5% |
| Tidak Puas | 1,1% | 0,9% |
| Tidak Tahu/Jawab | 10,9% | 4,3% |
Dinilai Lebih Baik dari Tahun Sebelumnya
Survei tersebut juga mencatat adanya persepsi positif masyarakat terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan mudik dibandingkan tahun lalu.
Sebanyak 82,7 persen pemudik menilai arus lalu lintas pada musim mudik tahun ini lebih lancar dibandingkan Lebaran 2025.
Sementara itu, sekitar 79,8 persen responden menilai aparat kepolisian berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik.
Burhanuddin menyebut berbagai kebijakan seperti rekayasa lalu lintas one way, pengaturan arus kendaraan, serta kesiagaan personel di posko pengamanan menjadi faktor penting yang mendorong tingginya tingkat kepuasan publik.
Metodologi Survei
Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan teknik wawancara tatap muka. Hasilnya memiliki margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Meski tingkat kepuasan publik tergolong tinggi, survei juga mencatat masih ada sekitar 12,4 persen pemudik yang menilai arus lalu lintas belum sepenuhnya lancar. Hal ini menjadi catatan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk terus melakukan evaluasi, termasuk melalui peningkatan kapasitas jalan serta digitalisasi sistem pengawasan lalu lintas di masa mendatang.(*)
