TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau menggelar rapat koordinasi percepatan pembangunan berkelanjutan di Kecamatan Kelay, Senin (13/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Mercure ini menjadi langkah awal pembentukan tim percepatan sekaligus penyusunan rencana aksi lintas sektor.
Rapat tersebut melibatkan kepala kampung dan Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) se-Kecamatan Kelay, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi pembangunan hingga tingkat kampung.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa percepatan pembangunan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah daerah.
Ia menyebut, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar program pembangunan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Pengembangan wilayah Kelay tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor agar setiap potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti kondisi fiskal pemerintah yang tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran. Oleh karena itu, perencanaan program harus dilakukan secara lebih selektif dan terarah.
Menurutnya, prioritas pembangunan perlu disusun secara matang dengan memaksimalkan sumber daya yang tersedia, termasuk peluang kemitraan dengan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Selain itu, ia mengingatkan agar setiap perangkat daerah menjalankan program sesuai tugas dan fungsi masing-masing, sehingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan efektif.
Hasil dari rapat koordinasi ini diharapkan dapat melahirkan rekomendasi konkret yang terintegrasi, termasuk membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan sektor swasta.
Pemkab Berau menilai Kecamatan Kelay memiliki potensi besar untuk berkembang, sehingga diperlukan langkah bersama yang terencana dan berkelanjutan guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui forum ini, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan serta optimalisasi anggaran yang ada, agar program prioritas dapat direalisasikan secara tepat sasaran.(*)
Sumber Prokopim Berau
