TANJUNG REDEB – Progres pembangunan pengaman atau fender Jembatan Sambaliung terus berlanjut hingga awal Desember. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek dari DPUPR-Pera Kaltim, Nyoman Suardika, memastikan bahwa pekerjaan di lapangan masih berada pada jalur yang sesuai rencana dengan capaian progres fisik 90,79 persen, dan ditargetkan rampung menjelang akhir tahun.

“Kegiatan masih berjalan stabil. Kami terus mengejar penyelesaian sesuai target, meskipun dinamika di lapangan cukup menantang,” ujar Nyoman saat dikonfirmasi, Senin (08/12/2025).
Pekerjaan Masih Terfokus pada Pipa Baja dan Pancang
Menurutnya, pekerjaan utama yang saat ini berlangsung meliputi pemasangan pipa baja pengaman di sisi hulu dan hilir jembatan, proses pemancangan, hingga penyempurnaan struktur pengikat. Finalisasi rangka fender juga terus dikerjakan seiring datangnya material pipa baja tambahan.
“Pipa-pipa yang sudah ada langsung kita pasang. Beberapa titik masih menunggu proses penguatan dan penyelarasan struktur,” jelasnya.
Cuaca dan Arus Sungai Jadi Tantangan Utama
Nyoman mengakui bahwa kondisi Sungai Kelay–Segah di penghujung tahun menjadi salah satu kendala. Tinggi muka air yang berubah cepat dan arus yang menguat membuat proses pemancangan dan mobilisasi material harus diatur lebih hati-hati.
“Pasang air cukup tinggi beberapa hari terakhir. Arus yang deras memengaruhi ponton, sehingga kami menyesuaikan jam kerja dan memastikan alat tetap aman,” katanya.
Antisipasi Gangguan Kapal Pengangkut Material
Untuk menjamin pekerjaan tidak terhenti, pihak pelaksana menerapkan beberapa langkah antisipatif. Mulai dari mengatur jadwal pengiriman material pada jam yang lebih aman, menyiapkan jalur sandar alternatif, hingga menempatkan petugas pemantau arus sungai.
“Keselamatan di sungai menjadi prioritas. Koordinasi dengan operator kapal terus kami lakukan agar pengiriman material tidak terganggu,” tegas Nyoman.
Perlindungan Jembatan yang Sudah Berusia Lebih dari 30 Tahun
Fender Jembatan Sambaliung dinilai sangat penting mengingat usia jembatan yang telah melewati tiga dekade. Struktur pengaman ini menjadi penahan benturan kapal atau material hanyut, serta menjaga fondasi jembatan tetap aman dari ancaman kerusakan.
“Jembatan Sambaliung adalah akses utama. Pemasangan fender ini untuk memastikan jembatan tetap aman dan berfungsi optimal dalam jangka panjang,” tambahnya.
Anggaran Masih Sesuai Rencana
Dari total anggaran Rp 34 miliar, Nyoman menyebutkan bahwa serapan keuangan berjalan proporsional mengikuti progres fisik. Hingga saat ini tidak ada penyesuaian atau penambahan biaya pada proyek tersebut.
“Semua masih dalam koridor rencana anggaran awal. Tidak ada perubahan biaya,” ucapnya.
Manfaat Bisa Dirasakan Segera Setelah Pemasangan Selesai
Nyoman menegaskan bahwa masyarakat akan langsung merasakan manfaat setelah seluruh fender terpasang, terutama dari sisi keselamatan dan perlindungan jembatan.
“Begitu fender lengkap terpasang, keamanan jembatan meningkat signifikan. Kami berharap masyarakat tetap berhati-hati selama pekerjaan berlangsung dan mematuhi pengaturan lalu lintas yang ada,” tutupnya.(*)
