43 Tahun Trans Labanan, Bukti Sukses Transmigrasi Jadi Kampung Mandiri di Berau

LABANAN – Perjalanan panjang Trans Labanan selama 43 tahun menjadi bukti nyata keberhasilan pembangunan kawasan transmigrasi di Kabupaten Berau. Kawasan yang berada di Kecamatan Teluk Bayur ini kini tumbuh sebagai kampung mandiri dengan fondasi sosial dan ekonomi yang kuat.

Trans Labanan mulai dihuni pada 12 Desember 1982 oleh warga transmigran yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, serta Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan latar belakang budaya yang beragam, para transmigran bersama masyarakat setempat membangun wilayah tersebut dari nol hingga berkembang pesat seperti saat ini.

Awalnya terdiri dari dua Unit Permukiman Transmigrasi (UPT), kawasan Trans Labanan kini telah berkembang menjadi tiga kampung, yakni Kampung Labanan Jaya, Labanan Makmur, dan Labanan Makarti. Ketiganya telah berstatus sebagai kampung mandiri, mencerminkan keberhasilan tata kelola pemerintahan kampung serta kemandirian masyarakatnya.

Mewakili Bupati Berau, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan Kesejahteraan Rakyat, Warji, menegaskan bahwa Trans Labanan memiliki potensi besar yang perlu terus dioptimalkan, khususnya di sektor pertanian dalam arti luas.

“Potensi Labanan sangat luar biasa. Tantangannya sekarang bukan lagi membangun dari nol, melainkan bagaimana mengoptimalkan seluruh potensi yang ada agar benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kabupaten Berau,” ujar Warji.

Ia menambahkan, capaian yang diraih Trans Labanan saat ini harus menjadi motivasi bagi pemerintah kampung untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Warji juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintahan kampung dan seluruh elemen masyarakat atas konsistensi, kerja keras, serta kolaborasi yang telah membawa Trans Labanan berkembang hingga menjadi kawasan yang maju dan mandiri.

Peringatan 43 tahun Trans Labanan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun kampung yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan, dengan mengedepankan potensi lokal sebagai motor utama pembangunan daerah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!