BIDUK-BIDUK – Jembatan Sei Sumbang kini tidak hanya berfungsi sebagai penghubung akses transportasi, tetapi juga diproyeksikan menjadi ikon baru Kampung Teluk Sumbang. Dibangun dengan anggaran Rp14,8 miliar, jembatan sepanjang 40 meter dengan lebar efektif 3,50 meter ini menggunakan konstruksi rangka baja girder custom dan termasuk kelas jembatan tipe C.
Keunikan jembatan ini terletak pada desainnya yang menyerupai kelomang, simbol khas kehidupan masyarakat pesisir. Filosofi kelomang melambangkan ketangguhan, kemampuan beradaptasi, serta kearifan lokal masyarakat Teluk Sumbang yang hidup selaras dengan alam.
Konsep desain tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas Teluk Sumbang sebagai kawasan pesisir yang memiliki karakter unik sekaligus bernilai estetika, sehingga dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat maupun wisatawan.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Sei Sumbang tidak hanya berorientasi pada fungsi infrastruktur semata, tetapi juga sebagai simbol kebanggaan masyarakat setempat.
“Jembatan ini kami rancang dengan identitas khas daerah pesisir. Bentuk kelomang menjadi simbol ketangguhan dan kearifan lokal masyarakat Teluk Sumbang. Harapannya, selain memperlancar akses, jembatan ini juga menjadi ikon baru kawasan,” ujar Bupati, Selasa (14/1/2026).
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata pesisir serta meningkatkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, dengan tetap dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.(*)
source foto : Prokopim Berau
