BERAU – Lompatan besar sektor kesehatan di Kabupaten Berau mulai terlihat nyata. Pasca kunjungan Presiden Joko Widodo, dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan fasilitas kesehatan langsung ditindaklanjuti, salah satunya melalui penyediaan alat catheterization laboratory (Cathlab) untuk penanganan penyakit jantung.
Kehadiran Cathlab menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Berau. Pasalnya, selama ini pasien dengan gangguan jantung kerap harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Dengan alat tersebut, tindakan seperti kateterisasi jantung nantinya bisa dilakukan langsung di daerah.
Namun, di balik kecanggihan alat, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor kunci. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Berau bersama Kementerian Kesehatan mengambil langkah strategis dengan mengirim dr Zulkarnain, SpJP mengikuti pelatihan dr Zul, mengikuti pelatihan intervensi kardiovaskuler di China.
Selama proses tersebut, pelayanan tetap berjalan normal. Peran dokter spesialis jantung diambil alih sementara oleh dr Aulia, SpJP, guna memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan optimal.
Direktur RSUD dr Abdul Rivai, dr Jusram, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan di Berau.
“Kehadiran Cathlab adalah kebutuhan mendesak. Ini bukan hanya soal alat, tapi bagaimana kita memastikan SDM siap, sehingga masyarakat bisa mendapatkan layanan jantung yang cepat dan tepat tanpa harus keluar daerah,” ujar dr Jusram, rabu (08/04).
Ia menambahkan, proses peningkatan kapasitas tenaga medis menjadi prioritas utama agar pemanfaatan alat kesehatan berteknologi tinggi tersebut dapat maksimal.
Dengan langkah ini, Berau tidak hanya mengejar ketertinggalan, tetapi juga mulai menata diri menuju layanan kesehatan yang lebih modern dan mandiri. Ke depan, masyarakat diharapkan dapat merasakan langsung manfaatnya—penanganan lebih cepat, risiko lebih kecil, dan harapan hidup yang semakin besar.(*)
