Mak Dendang Vol. 1 Siap Meriahkan Berau,Gabungkan Konser, Budaya Bajau, dan Bazar UMKM

TANJUNG REDEB – Event hiburan dan budaya bertajuk Mak Dendang akan digelar di Kabupaten Berau pada 16–18 April 2026. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan konser musik, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk mereka kepada masyarakat.

Direktur EO Mata Sanggam, Morten, mengatakan bahwa penyelenggaraan Mak Dendang bertujuan menghadirkan sebuah kegiatan yang mampu menarik banyak pengunjung sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM lokal.

“Kita ingin menghadirkan sebuah event yang bisa mengundang banyak orang datang. Dari situ ada kesempatan bagi pelaku UMKM untuk berjualan dan mendapatkan manfaat ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, kesempatan tersebut juga dimanfaatkan oleh pihak pembiayaan yang kemudian bergabung dalam kegiatan tersebut melalui konsep Adira Expo. Kehadiran Adira, kata dia, merupakan bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan Mak Dendang tanpa mengurangi esensi bazar UMKM yang menjadi bagian utama acara.

“Adira masuk sebagai support untuk event Mak Dendang. Mereka hadir dengan konsep Adira Expo yang di dalamnya ada kendaraan dan elektronik dengan dukungan pembiayaan. Tapi ini tidak mengurangi esensi bazar UMKM yang tetap menjadi bagian utama kegiatan,” jelasnya.

Saat ini, tercatat sebanyak 30 tenant UMKM telah terdaftar untuk mengikuti bazar yang berada di area depan panggung konser. Dengan tambahan sekitar 20 tenant dari Adira Expo, total tenant yang akan meramaikan kegiatan tersebut mencapai 50 tenant.

Morten menjelaskan bahwa jumlah tenant sengaja dibatasi agar penataan lokasi tetap rapi dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

“Kita cukupkan di 30 tenant UMKM dan tambahan dari Adira sekitar 20, jadi total 50 tenant. Ini juga supaya penataan lokasi tetap nyaman dan tidak terlalu padat, apalagi di area itu juga ada kendaraan yang dipamerkan,” katanya.

Ia menambahkan, panitia juga melakukan proses kurasi terhadap tenant yang ikut serta agar konsep bazar tetap tertata dan sesuai dengan layout acara.

Di sisi lain, persiapan teknis penyelenggaraan Mak Dendang terus dimatangkan. Panitia telah melakukan pemetaan lokasi sesuai dengan desain tata letak (layout) kegiatan. Area konser bahkan telah mulai ditutup sejak awal April untuk mempersiapkan pembangunan panggung dan pemasangan peralatan.

“Kami sudah mulai melakukan mapping lokasi sesuai layout. Area konser juga sudah ditutup sejak 1 April, dan mulai besok kami akan melakukan loading peralatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Morten menegaskan bahwa Mak Dendang tidak hanya menitikberatkan pada konser musik, tetapi juga menghadirkan konsep festival budaya yang berbeda dari event sebelumnya.

Dalam kegiatan tersebut, panitia akan menampilkan berbagai pertunjukan budaya pesisir, termasuk budaya Suku Bajau yang selama ini lebih banyak dikenal di wilayah pesisir seperti Maratua dan Tanjung Batu.

“Selama ini kalau ingin melihat budaya pesisir, khususnya Bajau, masyarakat mungkin harus ke Maratua atau Tanjung Batu. Melalui Mak Dendang, kami mencoba menghadirkannya di tengah kota, di Tanjung Redeb,” jelasnya.

Selain itu, akan ada penampilan kolosal yang biasanya hanya dapat disaksikan pada perayaan Hari Jadi Berau, pertunjukan seni kontemporer, hingga simulasi atau parodi prosesi adat Bajau. Simulasi tersebut ditampilkan sebagai bentuk pengenalan budaya kepada masyarakat tanpa mengurangi nilai kesakralan tradisi tersebut.

“Bukan untuk mengurangi esensi adatnya, tapi kita ingin memperkenalkan bagaimana prosesi adat itu kepada masyarakat,” katanya.

Sebagai penutup rangkaian acara, pada hari terakhir Mak Dendang akan menghadirkan hiburan dari artis nasional yang tengah populer. Pertunjukan tersebut akan didukung tata panggung, tata cahaya, serta visual yang diklaim lebih megah dibandingkan event-event sebelumnya.

Morten berharap Mak Dendang dapat menjadi event baru yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang promosi budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat di Kabupaten Berau.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!