BERAU – Suara peluit dan orasi menggema di depan gedung DPRD Berau, Selasa (11/11/2025). Ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja tumpah ruah ke jalan, menuntut keadilan dan penegakan aturan tenaga kerja lokal.
Di tengah panasnya aksi, Sekda Berau, Muhammad Said, tampil menenangkan suasana. Ia turun langsung menemui massa dan mengajak perwakilan buruh berdialog di ruang rapat DPRD.
Langkah berani itu pun mencairkan ketegangan. Said menegaskan, semua aspirasi buruh akan ditindaklanjuti secara serius, termasuk evaluasi terhadap Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau, yang dinilai buruh belum maksimal dalam menegakkan aturan.
“Kami tidak akan menutup mata. Semua tuntutan akan dibahas sesuai aturan dan dilaporkan ke Bupati Berau untuk ditindaklanjuti,” ujar Sekda dengan tegas.
Said juga mengakui bahwa akar persoalan bukan semata soal regulasi, tapi minimnya komunikasi antara Disnakertrans, perusahaan, dan serikat pekerja.
“Kadang hanya karena kurang komunikasi, muncul salah paham hingga berujung aksi. Ini yang harus diperbaiki,” tambahnya.
Ia berjanji membangun sistem komunikasi terbuka antarsemua pihak agar persoalan ketenagakerjaan bisa diselesaikan lewat musyawarah, bukan konfrontasi.
Aksi damai yang digelar serentak di beberapa titik — mulai dari Kantor DPRD, Disnakertrans, Kantor Bupati, hingga gerbang PT Berau Coal — menjadi pengingat bahwa suara buruh tetap penting dalam roda pembangunan daerah.
“Kami ingin buruh tenang bekerja, perusahaan nyaman beroperasi, dan Berau tetap kondusif,” tutupnya.(*)
