TANJUNG REDEB – Kabar baik bagi pasien penyakit ginjal kronis di Kabupaten Berau. RSUD dr Abdul Rivai tengah menyiapkan pengembangan layanan hemodialisis (HD) atau cuci darah dengan memindahkan ruang pelayanan ke gedung eks IGD lama.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas layanan sekaligus mengantisipasi terus bertambahnya jumlah pasien yang membutuhkan terapi cuci darah secara rutin.
Saat dikonfirmasi InfoBerauku di sela-sela kegiatan Family Gathering Hari Hipertensi Sedunia, Minggu (21/6/2026), Direktur RSUD dr Abdul Rivai, dr Jusram, mengungkapkan bahwa proses perencanaan pemindahan layanan hemodialisis akan mulai dilakukan pekan depan.
Menurutnya, lokasi eks IGD lama dipilih karena memiliki ruang yang lebih luas dan dinilai mampu mendukung pengembangan layanan cuci darah dalam jangka panjang.
“Mulai minggu depan kami akan mulai melakukan perencanaan pemindahan layanan hemodialisis ke IGD lama. Awalnya lokasi tersebut direncanakan menjadi Dental Center, namun setelah dilakukan pembahasan bersama tim dokter spesialis, akhirnya diputuskan untuk dialihfungsikan menjadi ruang hemodialisis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ruang hemodialisis yang saat ini digunakan sudah mulai terbatas untuk memenuhi kebutuhan pelayanan pasien. Karena itu, pemindahan ke lokasi baru menjadi salah satu solusi agar rumah sakit dapat menambah jumlah mesin cuci darah dan meningkatkan kenyamanan pasien.
“Kalau saat ini kami memiliki delapan mesin hemodialisis, ke depan kami menargetkan bisa menambah hingga 15 sampai 20 mesin. Minimal 15 mesin bisa ditempatkan di lokasi baru karena ruangannya lebih luas dan memungkinkan pengaturan jarak antar mesin sesuai standar pelayanan,” jelasnya.
Penambahan kapasitas tersebut dinilai sangat penting mengingat hipertensi dan diabetes masih menjadi penyebab utama gagal ginjal kronis di Berau. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan cuci darah.
Dengan bertambahnya jumlah mesin, rumah sakit berharap dapat memperluas akses pelayanan bagi pasien, mengurangi antrean, serta memberikan fleksibilitas jadwal terapi yang lebih baik.
“Harapannya tentu semakin banyak pasien yang bisa terlayani. Dengan kapasitas yang lebih besar, pelayanan menjadi lebih optimal dan pasien tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan jadwal terapi,” katanya.
Rencana pengembangan ini juga menjadi bagian dari komitmen RSUD dr Abdul Rivai dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien penyakit ginjal kronis yang membutuhkan terapi seumur hidup.
Jika terealisasi sesuai rencana, ruang hemodialisis baru di eks IGD lama akan menjadi salah satu pengembangan layanan strategis RSUD dr Abdul Rivai dalam menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Berau yang terus meningkat dari tahun ke tahun.(*)
