TANJUNG REDEB – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar seiring masuknya wilayah Berau ke musim kemarau. Kondisi lahan yang mulai mengering dinilai meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Berau, Masyhadi Muhdi, mengatakan tindakan membuka lahan dengan cara membakar pada musim kemarau tidak dapat ditoleransi karena berpotensi memicu kebakaran yang meluas.

“Saat ini Kabupaten Berau sedang memasuki musim kemarau. Membuka lahan dengan cara membakar pada musim kemarau sangat dihindari karena kondisi tersebut berisiko tinggi memicu kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya saat dikonfirmasi media InfoBerauku, Selasa (28/7).
Ia menjelaskan, BPBD Berau telah melakukan berbagai langkah pencegahan, di antaranya sosialisasi kepada masyarakat serta koordinasi lintas sektor bersama Dinas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, TNI, Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), relawan, dan instansi terkait lainnya.
Selain itu, BPBD juga terus memantau titik panas (hotspot) dan tingkat kerawanan melalui aplikasi pemantauan.
Menurut Masyhadi, berdasarkan perkiraan, musim kemarau di Kabupaten Berau diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.
Hingga saat ini, tercatat sedikitnya 23 kejadian kebakaran hutan dan lahan yang telah berhasil ditangani oleh tim terpadu.Terkait penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, Masyhadi menegaskan hal tersebut bukan menjadi kewenangan BPBD.
“BPBD bertugas melakukan penanggulangan bencana. Untuk penyelidikan penyebab maupun penegakan hukum merupakan kewenangan kepolisian atau polisi kehutanan sesuai tugas dan fungsinya,” jelasnya.
Masyhadi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di lahan terbuka serta tidak menggunakan bahan atau cara yang dapat memicu kebakaran.
“Saat ini material di lahan terbuka dalam kondisi kering sehingga sangat mudah terbakar. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.(*)
