INFOBERAUKU – Persiapan kontingen Kabupaten Berau menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur terus digenjot. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau kini fokus memastikan program pemusatan latihan atau Training Center (TC) berjalan maksimal sebagai bagian dari upaya mengejar target prestasi tertinggi.
Ketua KONI Berau, Taupan Madjid, mengatakan pelaksanaan TC menjadi salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan atlet sebelum menghadapi persaingan di ajang Porprov. Program tersebut dijalankan selama tiga bulan dan diharapkan mampu meningkatkan kesiapan fisik, teknik maupun mental para atlet.
Menurut Taupan, waktu tiga bulan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal. Tidak hanya untuk menjalankan program latihan, tetapi juga melakukan evaluasi dan monitoring secara berkala terhadap perkembangan masing-masing atlet.
“Sekarang sudah masuk TC. Pusat latihan ini berlangsung selama tiga bulan. Dalam waktu tersebut harus betul-betul dievaluasi dan dimonitor, sejauh mana perkembangan atlet dan kesiapan mereka,” ujar Taupan.
Ia menegaskan, Berau datang ke Porprov bukan sekadar untuk memenuhi target keikutsertaan. KONI Berau memiliki ambisi untuk membawa kontingen tampil kompetitif dan berupaya merebut posisi juara umum.
Namun, menurutnya, target tersebut membutuhkan kerja keras dan persiapan yang matang. Latihan rutin di daerah dinilai belum cukup untuk mengukur kemampuan atlet secara menyeluruh.
“Untuk mencapai prestasi itu harus kerja keras dan disiplin. Latihan juga minimal harus terukur. Bukan hanya latihan di sini, tetapi atlet perlu mengikuti try out untuk menguji kemampuan mereka,” jelasnya.
Taupan menjelaskan, try out menjadi penting karena dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan atlet ketika berhadapan langsung dengan peserta dari daerah lain. Hasil uji tanding tersebut nantinya bisa menjadi bahan evaluasi untuk melihat apakah catatan waktu maupun capaian atlet sudah mendekati standar prestasi yang dibutuhkan untuk meraih medali emas.
Ia mencontohkan sejumlah daerah di Kalimantan Timur yang telah lebih dulu memusatkan latihan atlet mereka secara intensif. Kondisi tersebut menjadi perhatian KONI Berau agar persiapan atlet tidak hanya dilakukan melalui latihan internal, tetapi juga diperkuat dengan pengalaman bertanding di luar daerah.
“Daerah lain seperti Balikpapan sudah memusatkan latihan mereka. Kita juga harus melihat kemampuan kita. Kalau targetnya juara, tentu harus ada pembanding. Dari try out kita bisa mengetahui batas kemampuan dan apa yang masih harus diperbaiki,” katanya.
Butuh Dukungan Pemerintah dan Dunia UsahaDi tengah persiapan teknis tersebut, KONI Berau juga menghadapi tantangan dari sisi pembiayaan. Jumlah atlet yang dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Berau cukup besar.
Berdasarkan hasil verifikasi, jumlah atlet yang diperkirakan akan diberangkatkan mencapai sekitar 800 orang, sehingga kebutuhan untuk transportasi, akomodasi, uang saku, serta kebutuhan pendukung lainnya juga menjadi perhatian.
Taupan mengatakan dukungan pemerintah tetap menjadi bagian penting dalam persiapan kontingen. Namun, dengan keterbatasan anggaran, diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan olahraga di Berau.
“Kita berharap ada dukungan. Minimal kebutuhan seperti vitamin, biaya transportasi dan kebutuhan atlet lainnya bisa dibantu. Karena olahraga ini bukan hanya peran pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan pihak swasta dan semua pihak yang peduli terhadap olahraga,” ungkapnya.
Ia menyebut kebutuhan anggaran untuk mendukung keberangkatan kontingen secara keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar.
Sementara anggaran yang tersedia saat ini masih belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh kebutuhan berdasarkan jumlah atlet dan ofisial yang akan diberangkatkan.Karena itu, KONI Berau berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha untuk membantu menutupi kebutuhan yang belum terakomodasi.
Taupan juga berharap tim kontingen yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Berau dapat ikut memfasilitasi komunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Berau. Menurutnya, dukungan perusahaan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengantarkan atlet Berau meraih prestasi.
“Melalui Sekda, kami berharap nanti bisa difasilitasi untuk berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Berau. Kita akan mengundang mereka untuk berkontribusi dalam menutupi kekurangan anggaran,” tuturnya.
Menurut Taupan, kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan dalam mendukung olahraga bukan hal baru. Ia mencontohkan pengalaman daerah lain di Kaltim yang melibatkan perusahaan untuk membantu kebutuhan kontingen, terutama ketika terdapat keterbatasan anggaran pemerintah.
Dukungan tersebut dapat diarahkan untuk kebutuhan yang bersifat langsung bagi kontingen, seperti transportasi, akomodasi hingga kebutuhan atlet selama mengikuti pertandingan.
Prestasi Berau Butuh Kerja Bersama
KONI Berau menilai target juara umum harus dibangun melalui proses yang terukur dan dukungan bersama. Selain kualitas atlet, kesiapan pelatih, program latihan, uji tanding serta dukungan pendanaan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan.
Taupan berharap seluruh pihak dapat melihat persiapan Porprov sebagai agenda bersama untuk mengharumkan nama Kabupaten Berau.
Menurutnya, prestasi olahraga tidak hanya menjadi kebanggaan atlet maupun KONI, tetapi juga menjadi kebanggaan daerah dan masyarakat Berau.
“Kita ingin semua bersinergi. Pemerintah, perusahaan, maupun pihak-pihak yang peduli terhadap olahraga bisa bersama-sama membantu. Tujuannya satu, bagaimana atlet kita bisa tampil maksimal dan membawa nama Berau meraih prestasi terbaik,” tegasnya.
Dengan waktu persiapan yang terus berjalan, KONI Berau akan memaksimalkan program TC, melakukan monitoring terhadap perkembangan atlet, serta mendorong pelaksanaan try out sebagai tolok ukur kemampuan sebelum memasuki persaingan Porprov VIII Kaltim.
Target juara umum pun diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah ambisi, tetapi diwujudkan melalui persiapan yang disiplin, terukur, dan didukung kerja sama seluruh elemen daerah.(*)
