Pemkab Berau Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla, 34 Titik Api Terdeteksi di 13 Kecamatan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memperkuat koordinasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul meningkatnya kemunculan titik api di sejumlah wilayah.Upaya tersebut dibahas dalam rapat penanggulangan karhutla yang dipimpin Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Ruang Rapat Sangalaki, Setda Berau, Selasa (18/8/2026) malam.

Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Berau Gamalis, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta sejumlah pihak swasta dan perusahaan.

Pertemuan membahas langkah percepatan dan penguatan koordinasi, baik dalam upaya pencegahan maupun penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Berau.

Kepala BPBD Berau Masyhadi Muhdi mengatakan, penanganan karhutla di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain titik api yang sulit dijangkau serta keterbatasan sarana, prasarana, dan personel.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat semakin menyulitkan penanganan apabila kebakaran terjadi di beberapa lokasi secara bersamaan.

Masyhadi mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api. Laporan tersebut diperlukan agar petugas dapat melakukan verifikasi dan menindaklanjuti lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran.

Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama dan tidak dapat dilakukan secara sektoral.

“Pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat dan dunia usaha harus bergerak dalam satu koordinasi,” tegas Sri Juniarsih.

Berdasarkan data hingga 18 Agustus 2026, tercatat 34 titik api yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Berau. Kondisi tersebut mendorong Pemkab Berau untuk memperkuat kerja Satuan Tugas (Satgas) Karhutla dengan prinsip satu komando, satu data, dan satu tujuan.

Sri Juniarsih juga meminta penguatan langkah pencegahan, termasuk perlindungan terhadap kawasan hutan, lahan gambut, kawasan konservasi, serta ekosistem penting lainnya.

Sebelumnya pada Selasa (18/8/2026), Bupati Berau bersama Wakil Bupati Gamalis dan jajaran Forkopimda juga meninjau langsung lokasi karhutla di Jalan Poros Kelay KM 9. Tim gabungan dari unsur pemadam kebakaran, TNI, Polri, dan petugas terkait dikerahkan untuk mengendalikan api agar tidak meluas.

Wakil Bupati Berau Gamalis menekankan pentingnya keselamatan personel selama proses penanganan di lapangan.

Ia meminta langkah penghentian penyebaran titik api dilakukan secara cepat dengan tetap memperhatikan kondisi dan keselamatan petugas.

Pemkab Berau juga mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk berperan aktif dalam pencegahan karhutla, termasuk tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu meluasnya kebakaran di tengah kondisi lahan yang kering.

Sumber: Prokopim Berau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!