Dua Karateka Cilik Berau Bersinar di Piala Menteri Pertahanan RI 2026

BALIKPAPAN — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Kabupaten Berau dalam ajang yang berlangsung pada 1–3 Mei 2026 di Balikpapan. Menariknya, dua atlet yang mencuri perhatian tersebut merupakan kakak beradik, yakni Sophia Aerilyn Malaeka dan Serhan Tariq Ibrahim, yang sama-sama tampil gemilang di arena pertandingan.

Sophia Aerilyn Malaeka, siswi kelas 5 SD Ash-Showah kelahiran Tarakan, 2 Mei 2014, sukses menyabet dua medali emas pada kategori debut pemula, masing-masing di nomor kata perorangan putri dan kumite perorangan putri kelas -25 kg. Penampilannya menunjukkan teknik yang matang serta ketenangan luar biasa saat bertanding.

Sementara itu, sang adik, Serhan Tariq Ibrahim, siswa kelas 3 SD Ash-Showah kelahiran Tarakan, 16 Agustus 2016, juga tak kalah membanggakan. Ia berhasil meraih dua medali emas pada nomor kumite putra kelas -30 kg (kategori usia dini dan debut), serta satu medali perak pada nomor kata perorangan. Di usianya yang masih sangat muda, Serhan mampu menunjukkan keberanian dan kemampuan bertanding yang mengesankan.

Keduanya merupakan atlet binaan Dojo Kodim 0902/BRU yang dibimbing oleh pelatih Yurna, Elcorado Hutagaol, dan Muhammad Dafa. Konsistensi latihan serta pembinaan sejak dini menjadi kunci utama keberhasilan mereka menembus persaingan ketat di tingkat nasional.

Diketahui, keduanya mulai menekuni karate sejak usia sekitar 9 tahun melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, sebelum akhirnya mendapatkan latihan tambahan dan bergabung dengan dojo untuk pembinaan lebih serius. Dalam kejuaraan ini, Kontingen Berau mengirimkan 17 atlet dengan tingkat persaingan yang sangat kompetitif di setiap kelas.

Ayah dari kedua atlet tersebut, Morten, mengungkapkan rasa bangga dan harunya atas pencapaian anak-anaknya. Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya soal meraih medali, tetapi juga tentang proses dan kedewasaan dalam bertanding.

“Pasti terharu melihat mereka di usia yang masih belia mampu mengalahkan ego dan mengontrol diri di arena. Ini bukan sekadar bertanding, tapi bagaimana mereka menjalankan strategi dan instruksi pelatih dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa selama proses latihan, tantangan terbesar adalah bagaimana anak-anak mampu membagi waktu antara latihan dan pendidikan. Meski demikian, dukungan dari pelatih dan lingkungan dojo sangat membantu perkembangan mereka.

“Latihan semakin intens, sementara mereka juga harus tetap fokus belajar. Tapi Alhamdulillah mereka menjalaninya dengan semangat. Kami sebagai orang tua hanya memberikan dukungan penuh, baik secara moril maupun materil,” tambahnya.

Tak lupa, Morten juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pembina Dojo Kodim 0902/BRU, Dandim Berau, atas dukungan yang telah diberikan selama ini kepada para atlet.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Dandim Berau selaku pembina dojo yang terus memberikan dukungan dan perhatian kepada anak-anak, sehingga mereka bisa berkembang dan meraih prestasi di tingkat nasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Morten berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga karate di Berau, terutama dalam memperbanyak ajang kejuaraan di tingkat lokal.

“Kami berharap karate bisa kembali menjadi bagian dari prioritas pembinaan olahraga di Berau. Dengan banyaknya kejuaraan, atlet-anak bisa menambah jam terbang sebelum naik ke level yang lebih tinggi, bahkan nasional dan internasional,” tutupnya.

Prestasi kakak beradik ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, serta dukungan keluarga, pelatih, dan pembina mampu melahirkan atlet-atlet muda berprestasi. Sophia dan Serhan kini menjadi simbol harapan baru bagi masa depan karate Berau di kancah yang lebih luas.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!