Tak Hanya Hiburan, M2F 2026 Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Maratua

MARATUA – Maratua Music Festival (M2F) 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi wisata, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan peduli lingkungan sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian alam Pulau Maratua. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (04/07/2026) dengan melibatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Mata Sanggam Production, masyarakat, relawan, serta pelaku wisata.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi bersih-bersih pantai, penanaman pohon, pelepasan tukik (anak penyu), serta kegiatan kebersamaan bakar-bakar ikan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mendukung pariwisata berkelanjutan di Pulau Maratua.

Aksi bersih-bersih pantai dilakukan di sejumlah kawasan pesisir yang menjadi lokasi aktivitas masyarakat dan wisatawan. Sampah yang ditemukan dikumpulkan secara gotong royong guna menjaga kebersihan pantai serta mengurangi dampak pencemaran terhadap ekosistem laut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan. Selain itu, peserta juga melakukan pelepasan tukik ke habitat alaminya sebagai bentuk dukungan terhadap konservasi satwa laut yang menjadi salah satu kekayaan alam Maratua.

Direktur Mata Sanggam Production, Morten, mengatakan bahwa kegiatan peduli lingkungan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Maratua Music Festival 2026.

Menurutnya, festival tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga harus mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan keberlanjutan destinasi wisata.

“Maratua memiliki keindahan alam yang luar biasa dan menjadi kebanggaan Kabupaten Berau. Karena itu, melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat maupun wisatawan untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, melestarikan ekosistem laut, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap alam,” ujarnya.

Morten menambahkan, kegiatan penanaman pohon dan pelepasan tukik merupakan simbol kepedulian terhadap masa depan lingkungan Maratua. Ia berharap semangat menjaga alam dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Yudha Budi Santosa, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan peduli lingkungan dalam rangkaian M2F 2026. Menurutnya, kelestarian lingkungan merupakan faktor penting dalam menjaga daya tarik destinasi wisata yang dimiliki Kabupaten Berau.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada hiburan dan kunjungan wisatawan, tetapi juga harus diiringi dengan kepedulian terhadap lingkungan. Ini merupakan langkah positif untuk mendukung pariwisata yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Maratua Music Festival 2026 kembali menunjukkan bahwa festival bukan hanya tentang musik dan hiburan, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian alam.

Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian lingkungan, keindahan Pulau Maratua diharapkan tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.(*)

Editor : Dimas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!