SAMARINDA – Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Timur, Aus Hidayat Nur membagikan kisah perjuangan muslimah dalam mempertahankan penggunaan jilbab di masa Orde Baru saat menghadiri kegiatan bersama komunitas da’iyah dan aktivis majelis ta’lim muslimah, minggu (17/05/26).
Dalam suasana penuh kehangatan dan nuansa keislaman, KH Aus Hidayat Nur menceritakan bagaimana beratnya perjuangan muslimah pada masa lalu untuk bisa mengenakan jilbab secara bebas di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa pada era tersebut, penggunaan jilbab sempat mendapat tekanan, bahkan dibatasi oleh aturan-aturan yang dinilai tidak berpihak kepada umat Islam.
“Dulu perjuangan jilbab itu sangat berat. Bukan hanya karena masih sedikit yang istiqomah menutup aurat, tetapi juga karena adanya tekanan dari penguasa pada masa Orde Baru,” ungkapnya di hadapan peserta kegiatan.
Ia mencontohkan salah satu aturan yang sempat menjadi sorotan kala itu, yakni kewajiban memperlihatkan telinga saat pas foto resmi. Kondisi tersebut membuat banyak muslimah terpaksa melepas jilbab demi memenuhi ketentuan administrasi.
Menurutnya, perjuangan panjang para muslimah akhirnya membuahkan hasil. Kini perempuan muslim di Indonesia telah memiliki kebebasan dalam mengenakan jilbab di berbagai ruang kehidupan, termasuk pendidikan dan pemerintahan.
Namun demikian, KH Aus Hidayat Nur juga mengingatkan pentingnya menjaga esensi berhijab sesuai syariat Islam. Ia menilai perkembangan tren busana muslim saat ini perlu diimbangi dengan pemahaman agama yang benar agar tidak hanya sebatas simbol atau gaya hidup.
“Sekarang alhamdulillah muslimah sudah bebas mengenakan jilbab. Tetapi tantangan hari ini berbeda, yakni bagaimana menjaga hijab tetap sesuai tuntunan syariat, tidak ketat, tidak tabarruj, dan tetap mencerminkan akhlak muslimah,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang berbagi ilmu dan pengalaman antara KH Aus Hidayat Nur dengan para da’iyah dan aktivis majelis ta’lim muslimah. Suasana diskusi berlangsung hangat dengan semangat memperkuat dakwah dan pendidikan keislaman di tengah masyarakat.
KH Aus Hidayat Nur mengaku bersyukur dapat bertemu dan berdialog langsung dengan para perempuan pegiat dakwah yang selama ini aktif membina umat melalui majelis ta’lim dan kegiatan sosial keagamaan.
“Senang bisa saling berbagi ilmu dan pengalaman bersama mereka. Semoga semangat dakwah terus terjaga dan melahirkan generasi muslimah yang kuat dalam akidah dan akhlak,” tutupnya.(*)
