BERAU — Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Berau. Kini layanan kesehatan paru semakin diperkuat dengan hadirnya dokter spesialis paru baru di RSUD dr. Abdul Rivai, yakni dr. Riza Adi Saputra, Sp.P.
Dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi tersebut bukan sosok asing di Berau. Sebelum menyelesaikan pendidikan spesialisnya, dr. Riza telah lebih dulu mengabdi sekitar lima tahun di Bumi Batiwakkal.
“Saya sebenarnya bukan orang baru di Berau. Dulu pernah bertugas satu tahun di Puskesmas Long Laai, lalu hampir empat tahun di RSUD dr. Abdul Rivai sebagai dokter IGD. Sekarang saya kembali lagi sebagai dokter spesialis paru,” ujarnya.
Pendidikan dokter umum hingga spesialis ditempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Dengan pengalaman yang sudah mengenal kondisi daerah dan masyarakat Berau, dr. Riza berharap kehadirannya dapat membantu meningkatkan pelayanan kesehatan paru secara maksimal.
Ia menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan sesuai standar medis dan berbasis ilmu pengetahuan. Menurutnya, pasien bukan hanya perlu diobati, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai penyakit yang dialami.
“Edukasi itu penting. Masyarakat harus tahu bagaimana mencegah penyakit paru, pentingnya berhenti merokok, hingga deteksi dini gangguan pernapasan,” katanya.
Selain pelayanan di rumah sakit, dirinya juga ingin aktif turun memberikan edukasi kesehatan melalui program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), khususnya terkait penyakit paru yang masih menjadi persoalan serius di Indonesia.
Menurut dr. Riza, tantangan terbesar pelayanan kesehatan paru di Berau adalah luasnya wilayah dan keterbatasan akses masyarakat menuju layanan spesialis. Akibatnya, tidak sedikit pasien datang dalam kondisi yang sudah cukup berat.
“Kasus seperti TBC, asma, hingga penyakit akibat rokok masih cukup tinggi. Ini perlu kerja sama semua pihak, baik rumah sakit, pemerintah, maupun masyarakat,” jelasnya.
Meski demikian, ia menilai fasilitas pelayanan paru di RSUD dr. Abdul Rivai saat ini sudah cukup baik untuk menangani sebagian besar kasus. Mulai dari layanan radiologi, laboratorium termasuk pemeriksaan TBC, hingga rawat inap telah tersedia.
Namun ke depan, ia berharap pengembangan layanan terus dilakukan, baik dari sisi alat kesehatan maupun sumber daya manusia. Salah satu target yang diharapkan dapat tersedia adalah layanan bronkoskopi untuk menunjang diagnosis dan penanganan penyakit paru secara lebih lengkap.
“Harapannya layanan paru di RSUD dr. Abdul Rivai semakin maju, baik untuk penanganan TBC, PPOK, asma, maupun penyakit paru akibat kerja,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. Abdul Rivai, dr. Jusram, menyambut positif hadirnya dokter spesialis paru baru tersebut sebagai bentuk penguatan layanan kesehatan di daerah.
“Kehadiran dokter spesialis paru tentu menjadi kabar baik dan harapan baru bagi masyarakat Berau. Ini adalah bagian dari komitmen rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya penanganan penyakit paru yang kasusnya masih cukup tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, RSUD dr. Abdul Rivai akan terus berupaya melakukan pengembangan fasilitas, pelayanan, dan sumber daya manusia agar masyarakat tidak perlu jauh keluar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan spesialis.
“Kami ingin masyarakat Berau mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas di daerah sendiri. Kehadiran dokter spesialis paru ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pelayanan rujukan di RSUD dr. Abdul Rivai,” tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, dr. Riza mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan paru dan tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami gejala seperti batuk lama, sesak napas, nyeri dada, hingga batuk berdarah.
“Sekarang layanan spesialis paru sudah tersedia di RSUD dr. Abdul Rivai. Jadi jangan ragu untuk memeriksakan diri. Deteksi dini itu sangat penting agar penyakit bisa ditangani lebih cepat dan hasilnya lebih baik,” tutupnya.(*)
