Diskominfo Berau Perkuat Transformasi Digital, 1.502 Titik Internet Hadir Hingga Pelosok Kampung

BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau terus mempercepat transformasi digital melalui program pemerataan akses internet hingga wilayah kampung. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, sebanyak 1.502 titik jaringan internet telah terpasang di 100 kampung, 10 kelurahan, dan 13 kecamatan di Kabupaten Berau.

Program strategis tersebut menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan digital yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama untuk mendukung pelayanan administrasi pemerintahan kampung, pendidikan, kesehatan, serta kebutuhan ruang publik.

Saat dikonfirmasi media InfoBerauku, Kepala Diskominfo Berau Didi Rahmadi, Sabtu (13/06/26), menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Berau dalam memperluas akses informasi dan pelayanan publik berbasis teknologi.

“Program ini memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Prioritas kita adalah layanan administrasi pemerintahan kampung, pendidikan, kesehatan, kemudian area publik,” ujar Didi.

Ia menyebutkan, saat ini seluruh kampung di Kabupaten Berau telah mendapatkan pemasangan jaringan internet. Meski demikian, masih terdapat sejumlah wilayah yang belum menerima kualitas sinyal secara maksimal akibat beberapa kendala teknis.

“Beberapa tempat memang belum bisa menerima signal secara baik. Kendalanya antara lain belum masuknya jaringan listrik di beberapa lokasi, sehingga ketika cuaca kurang baik signal tidak bisa dimanfaatkan selama 24 jam. Selain itu keterbatasan infrastruktur jaringan juga membuat signal belum stabil,” jelasnya.

Menurutnya, layanan internet yang dibangun saat ini masih berbasis titik atau spot layanan, sehingga kualitas penerimaan sinyal sangat bergantung pada jarak pengguna dengan sumber jaringan.

Untuk memperkuat kualitas layanan, Diskominfo Berau terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta menjalin komunikasi dengan provider seluler agar perluasan jaringan dapat terus dilakukan.

Didi juga menjelaskan terkait pengelolaan anggaran Diskominfo Berau. Dari total anggaran kurang dari Rp30 miliar, sebagian besar dialokasikan untuk memastikan keberlangsungan layanan internet masyarakat.

“Sekitar Rp14 miliar lebih digunakan untuk pembayaran sewa internet. Kemudian sekitar 30 persen untuk belanja pegawai, dan sisanya untuk kebutuhan pemeliharaan, tagihan listrik videotron, website Pemkab, keamanan informasi, serta kerja sama media,” ungkapnya.

Selain membangun infrastruktur digital, Diskominfo Berau juga terus mendorong keterbukaan informasi publik. Berbagai informasi pemerintah maupun masyarakat dapat disampaikan melalui saluran resmi pemerintah daerah dan media mainstream yang ada di Kabupaten Berau.

Untuk melihat informasi terkait pengadaan pemerintah, masyarakat juga dapat mengakses aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), maupun layanan PPID perangkat daerah.

Sementara untuk penyampaian kritik, saran, maupun pengaduan masyarakat, dapat memanfaatkan layanan SP4N LAPOR! melalui laporan.go.id.

“SP4N LAPOR ini terhubung secara nasional dan dipantau oleh berbagai lembaga pemerintah. Masyarakat bisa melaporkan berbagai hal terkait pemerintahan dan pembangunan,” katanya.

Ke depan, Diskominfo Berau menargetkan integrasi Satu Data Indonesia (SDI) dapat diterapkan di Kabupaten Berau sebelum 2029.Melalui sistem tersebut, masyarakat nantinya cukup mengakses satu platform digital untuk berbagai kebutuhan informasi dan layanan pemerintahan.

Dengan penguatan infrastruktur digital ini, Diskominfo Berau optimistis pemerataan teknologi dapat menjadi penggerak peningkatan kualitas pelayanan publik hingga ke pelosok daerah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!