BERAU – Penantian masyarakat Gunung Tabur akhirnya terjawab. Jembatan Merah Putih yang menghubungkan Jalan Merpati RT 10 dengan Jalan Kalibasau RT 08, Kelurahan Gunung Tabur, resmi dioperasikan setelah diresmikan oleh Tim Supervisi Asta Cita Itwasda Polda Kalimantan Timur, Senin (15/6/2026).
Infrastruktur yang selama ini menjadi salah satu akses vital masyarakat tersebut kini hadir dengan kondisi yang lebih layak dan aman. Kehadirannya diharapkan mampu mengatasi berbagai kendala mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat di kawasan Gunung Tabur.

Peresmian Jembatan Merah Putih berlangsung khidmat dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Kegiatan dipimpin langsung Ketua Tim Supervisi Asta Cita Itwasda Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Yudhi Suhariyadi bersama anggota tim. Acara tersebut turut dihadiri Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto, Wakapolres Berau Kompol Noor Dhianto, Kapolsek Gunung Tabur Iptu Alan Firdaus, Camat Gunung Tabur Lutfi Hidayat, Lurah Gunung Tabur Achmad Rizhali, Ketua RT 10 Kelurahan Gunung Tabur, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Usai prosesi peresmian, rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi jembatan yang telah direvitalisasi. Jembatan Merah Putih selama ini menjadi jalur penting yang digunakan masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari akses pendidikan, perdagangan hingga mobilitas antarpermukiman.
Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto mengatakan pembangunan dan revitalisasi infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat merupakan wujud nyata sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat.
“Jembatan Merah Putih ini bukan sekadar penghubung dua wilayah, tetapi juga simbol kolaborasi dan kepedulian bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami berharap keberadaannya dapat memperlancar aktivitas warga dan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat Gunung Tabur,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Gunung Tabur Iptu Alan Firdaus menilai keberadaan jembatan tersebut memiliki peran strategis bagi masyarakat karena menjadi akses utama yang digunakan setiap hari.
“Jembatan ini memiliki manfaat yang sangat besar bagi warga. Dengan kondisi yang lebih baik dan aman, masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan lancar. Ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” kata Alan.
Camat Gunung Tabur Lutfi Hidayat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam revitalisasi jembatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan ini. Jembatan Merah Putih memiliki nilai strategis karena menjadi akses penting yang menghubungkan aktivitas masyarakat. Kehadirannya tentu akan membantu meningkatkan mobilitas warga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Gunung Tabur,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Lurah Gunung Tabur Achmad Rizhali. Menurutnya, revitalisasi jembatan merupakan harapan lama masyarakat yang kini telah terwujud.
“Masyarakat sangat bersyukur atas selesainya revitalisasi Jembatan Merah Putih ini. Selain memperlancar akses antarwilayah, keberadaannya juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Kami berharap seluruh warga dapat bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tuturnya.
Selain meresmikan jembatan, Tim Supervisi Asta Cita Itwasda Polda Kalimantan Timur juga meninjau pelaksanaan program bedah rumah dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80. Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Melalui berbagai program sosial dan pembangunan yang dilaksanakan, Polri berharap kehadirannya tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga Kabupaten Berau.(*)
Editor : DM
