Polisi selidiki dugaan pengeroyokan yang melibatkan pelajar dan anggota keluarga siswa di Balikpapan Timur.

BALIKPAPAN – Seorang guru SDN 017 Balikpapan Timur, Muh. Afdal (30), diduga menjadi korban pengeroyokan setelah menegur seorang siswa yang kedapatan merokok saat masih mengenakan seragam sekolah. Peristiwa tersebut kini tengah ditangani Polsek Balikpapan Timur.

Kapolsek Balikpapan Timur AKP Muhammad Chusen menjelaskan, insiden itu terjadi di Jalan Lapangan Tembak Lambada, RT 33, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 13.20 Wita.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kejadian bermula ketika korban melintas di Jalan Mulawarman, Kelurahan Teritip. Saat itu, korban melihat seorang siswa mengendarai sepeda motor sambil merokok dan masih mengenakan seragam sekolah.

Korban kemudian memberikan teguran secara lisan agar siswa tersebut tidak merokok saat masih memakai atribut sekolah. Namun, teguran tersebut justru memicu adu mulut.

“Kenapa kamu tegur saya? Orang tua saya saja tidak pernah marahi saya,” ujar siswa tersebut kepada korban, sebagaimana disampaikan Kapolsek berdasarkan hasil penyelidikan, Jumat (24/7/2026).

Melihat situasi mulai menarik perhatian warga, korban memilih meninggalkan lokasi untuk menghindari keributan. Namun, korban diduga diikuti oleh tiga orang siswa, orang tua salah satu siswa, serta seorang paman siswa hingga ke Jalan Lapangan Tembak Lambada.

Setibanya di lokasi, korban berusaha menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Ia mengaku telah meminta maaf sekaligus menjelaskan bahwa dirinya hanya memberikan teguran secara lisan dan tidak pernah melakukan pemukulan terhadap siswa.

Meski demikian, siswa tersebut diduga mengaku kepada orang tuanya telah dipukul oleh korban. Tuduhan tersebut langsung dibantah oleh korban.

Situasi kemudian memanas ketika salah seorang siswa diduga mengucapkan, “Banyak betul omonganmu.” Tidak lama kemudian, paman siswa tersebut diduga memukul korban. Aksi itu selanjutnya diikuti oleh tiga siswa lainnya hingga korban diduga menjadi korban pengeroyokan.

Peristiwa tersebut sempat terekam dalam video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat seorang perempuan berusaha melerai keributan. Berdasarkan hasil penyelidikan, perempuan tersebut diketahui bernama Roslindah, istri korban yang berprofesi sebagai guru Sosiologi di SMA Negeri 7 Balikpapan.

AKP Muhammad Chusen mengatakan, salah satu terduga pelaku telah diketahui berinisial F dan masih berstatus pelajar. Sementara identitas terduga pelaku lainnya masih didalami oleh penyidik.

Korban telah melaporkan dugaan pengeroyokan tersebut ke Polsek Balikpapan Timur. Polisi juga telah menerima hasil visum korban dan saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap korban maupun pihak-pihak yang diduga terlibat.

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat serta memastikan kronologi kejadian secara utuh,” ujar AKP Muhammad Chusen.

Polisi mengimbau seluruh pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar penanganan perkara dapat berlangsung secara objektif.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!