Manutung Jukut Segera Digelar, Pendaftaran Peserta Dibuka 10 Agustus–11 September 2026

TANJUNG REDEB – Pesta Rakyat Manutung Jukut kembali dipersiapkan untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb. Dinas Perikanan Kabupaten Berau membuka pendaftaran peserta mulai 10 Agustus hingga 11 September 2026.

Pada tahun 2026, peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau menginjak usia ke-73 tahun, sedangkan Hari Jadi Kota Tanjung Redeb menginjak usia ke-216 tahun. Pesta Rakyat Manutung Jukut menjadi salah satu momentum untuk memeriahkan rangkaian peringatan hari jadi tersebut sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, mengatakan Manutung Jukut bukan sekadar kegiatan makan ikan bersama. Pesta rakyat tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi perikanan dan pangan lokal Berau.

Saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026), Abdul Majid menjelaskan kegiatan tersebut juga menjadi sarana Dinas Perikanan dalam menyosialisasikan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai salah satu upaya mendukung penurunan angka stunting.

“Dalam rangka Manutung Jukut, kami juga mensosialisasikan program Gemarikan untuk mendukung penurunan angka stunting,” ujar Abdul Majid.

Menurutnya, Manutung Jukut menggambarkan rasa persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Berau. Melalui kegiatan tersebut, pejabat daerah, masyarakat, pihak swasta dan berbagai unsur lainnya dapat berkumpul serta menikmati ikan bakar secara bersama-sama.

Abdul Majid berharap Manutung Jukut dapat menjadi ruang yang semakin mendekatkan pimpinan daerah dengan masyarakat. Tidak hanya berkumpul dan menikmati suasana pesta rakyat, tetapi juga membuka ruang interaksi untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Harapannya Manutung Jukut menjadi momentum untuk lebih mempererat hubungan antara pimpinan daerah dan masyarakat. Di sana kita bisa bersama-sama, mendengarkan aspirasi dan berbagi keceriaan,” katanya.

Abdul Majid juga melihat Manutung Jukut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu daya tarik wisata daerah. Menurutnya, keunikan kegiatan tersebut terletak pada semangat kebersamaan masyarakat yang berkumpul tanpa membedakan latar belakang.

Manutung Jukut dinilai mencerminkan kerukunan masyarakat Berau, baik dari sisi ras, suku, agama maupun golongan. Semangat tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman menarik bagi wisatawan dari luar daerah yang ingin menyaksikan langsung tradisi pesta rakyat tersebut.

“Manutung Jukut ini juga menggambarkan kerukunan masyarakat Berau. Semua bisa berkumpul dan menikmati ikan bersama tanpa melihat perbedaan,” jelas Abdul Majid.

Ia menambahkan, Manutung Jukut diharapkan menjadi salah satu puncak kemeriahan dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb. Momentum tersebut sekaligus diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap daerah, khususnya dalam memperingati usia Kabupaten Berau yang ke-73 tahun dan Kota Tanjung Redeb yang ke-216 tahun.

Lebih lanjut, Abdul Majid mengatakan peningkatan konsumsi ikan menjadi salah satu pesan penting yang dibawa dalam kegiatan Manutung Jukut.

Menurutnya, masyarakat perlu terus didorong untuk mengonsumsi ikan sebagai sumber protein dan bagian dari pemenuhan gizi. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya generasi yang sehat dan cerdas menuju Generasi Emas 2045.

“Manutung Jukut juga menjadi upaya meningkatkan konsumsi ikan masyarakat. Harapannya ini bisa mendukung generasi yang cerdas dan menuju Generasi Emas 2045,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan tersebut diarahkan sebagai edu-wisata, sekaligus sarana meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai potensi ikan sebagai sumber protein dan pangan lokal Berau.

Dari sisi ekonomi, Abdul Majid menyebut Manutung Jukut juga diharapkan memberikan multiplier effect atau efek berganda bagi perekonomian daerah.Perputaran ekonomi dapat dirasakan berbagai sektor, mulai dari UMKM, penyediaan ikan, pedagang, belanja langsung masyarakat hingga sektor penginapan dan jasa wisata yang ikut terdampak dengan kedatangan peserta maupun wisatawan.

“Manutung Jukut diharapkan memberikan efek berganda bagi PAD Berau. Bukan hanya dari kegiatan utamanya, tetapi juga dari UMKM, penyediaan ikan, belanja masyarakat, penginapan dan sektor lainnya,” kata Abdul Majid.

Karena itu, ia mengajak masyarakat maupun berbagai pihak yang ingin ambil bagian untuk memanfaatkan kesempatan pendaftaran yang telah dibuka.

Pendaftaran peserta Pesta Rakyat Manutung Jukut berlangsung mulai 10 Agustus hingga 11 September 2026.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi pesta rakyat dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Berau ke-73 dan Hari Jadi Kota Tanjung Redeb ke-216, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persaudaraan, mempromosikan potensi perikanan dan menggerakkan ekonomi masyarakat Berau.(*)

Editor: Dimas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!