Syarifatul Sya’diah Kawal Pembangunan SMAN 17 Tabalar, Hibah Lahan 2 Hektare Tinggal Tunggu Sertifikat

BERAU – Upaya menghadirkan akses pendidikan menengah atas yang lebih dekat bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Berau terus didorong. Anggota DPRD Kalimantan Timur dari Komisi III, Dr. Hj. Syarifatul Sya’diah, S.Pd., M.Si, memastikan akan mengawal rencana pembangunan dua Unit Sekolah Baru (USB), yakni SMAN 17 Tabalar dan SMAN 16 Segah.

Untuk pembangunan SMAN 17 Tabalar, lahan seluas sekitar 2 hektare telah dihibahkan oleh Kepala Kampung Buyung-Buyung kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Saat ini proses administrasi masih berjalan, termasuk pengurusan sertifikat agar lahan tersebut resmi menjadi aset pemerintah provinsi.

“Lahan sekitar dua hektare sudah dihibahkan ke Pemprov Kaltim. Sekarang tinggal menunggu proses sertifikat atas nama pemerintah provinsi. Setelah itu, pembangunan sekolah bisa dilakukan,” ujar Syarifatul.

Sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim, ia menegaskan akan terus mengawal proses tersebut agar pembangunan sekolah dapat segera terealisasi. Ia juga berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.

Menurutnya, keberadaan SMA di Kecamatan Tabalar sangat dibutuhkan. Selama ini banyak pelajar harus menempuh jarak jauh, bahkan ada yang terpaksa tinggal di luar daerah demi melanjutkan pendidikan.

“Dengan adanya sekolah ini, anak-anak tidak perlu lagi jauh-jauh sekolah atau tinggal di luar daerah. Orang tua juga bisa lebih mudah mengawasi anak-anaknya,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kondisi sosial di beberapa wilayah pedesaan yang masih menghadapi persoalan pernikahan usia dini, salah satunya dipicu keterbatasan akses pendidikan.

“Informasinya masih ada anak-anak yang menikah di usia muda karena tidak melanjutkan sekolah. Salah satu penyebabnya jarak sekolah yang jauh dan keterbatasan pengawasan orang tua,” ungkapnya.

Selain di Tabalar, Syarifatul juga mengawal rencana pembangunan SMAN 16 Segah. Proses verifikasi lahan bahkan telah dilakukan beberapa waktu lalu di Kampung Bukit Makmur, Kecamatan Segah. Lahan tersebut dihibahkan oleh Kepala Kampung Bukit Makmur, Saidin Saputra, yang sejak awal memiliki inisiatif agar kampungnya memiliki sekolah menengah atas.

Menurut Syarifatul, aspirasi pembangunan SMA di Kecamatan Segah sebenarnya telah lama disuarakan masyarakat. Bahkan saat dirinya masih menjabat sebagai pimpinan DPRD Berau, usulan tersebut hampir selalu muncul dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.

“Segah memang belum memiliki SMA negeri. Selama ini anak-anak yang ingin melanjutkan sekolah harus keluar kecamatan, salah satunya ke SMAN Labanan yang jaraknya cukup jauh,” katanya.

Ia mengungkapkan, kondisi tersebut bahkan pernah memicu kejadian kecelakaan yang merenggut nyawa pelajar saat menempuh perjalanan sekolah.

Melihat kebutuhan masyarakat yang cukup besar serta jumlah penduduk yang terus bertambah di Kecamatan Segah, Syarifatul berkomitmen mengawal pembangunan sekolah tersebut hingga terealisasi.

“Sebagai wakil rakyat yang kebetulan berada di Badan Anggaran, saya bertekad untuk terus mengawal aspirasi ini sejak tahun lalu, karena kewenangan pembangunan SMA memang berada di pemerintah provinsi,” tegasnya.

Ia berharap seluruh proses administrasi hibah lahan dapat segera rampung sehingga sertifikat bisa diterbitkan dan lahan resmi menjadi aset Pemprov Kalimantan Timur.

“Harapannya tidak ada kendala. Jika administrasi hibah sudah selesai dan sertifikat terbit, maka pembangunan unit sekolah baru bisa segera dilaksanakan. Karena sesuai aturan, pemerintah provinsi tidak bisa membangun sekolah di atas tanah yang belum menjadi aset pemerintah,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!