Layanan Cathlab Segera Hadir, RSUD dr. Abdul Rivai Perkuat Penanganan Jantung di Berau

BERAU – RSUD dr. Abdul Rivai terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Setelah sukses menghadirkan layanan hemodialisa (cuci darah) yang beroperasi sejak 2024, kini rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Berau tersebut tengah mempersiapkan layanan Cathlab (Catheterization Laboratory) atau kateterisasi jantung.

Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, RSUD dr. Abdul Rivai mencatat perkembangan signifikan, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia. Berbagai layanan spesialis yang sebelumnya tidak tersedia kini telah dihadirkan, seperti spesialis saraf yang kembali aktif, spesialis jantung, spesialis gigi anak, spesialis bedah mulut, hingga spesialis gizi klinik. Selain itu, penambahan jumlah dokter spesialis pada layanan dasar dan penunjang turut memperkuat kapasitas pelayanan rumah sakit.

Kehadiran layanan Cathlab menjadi langkah strategis berikutnya, khususnya dalam menangani penyakit jantung dan pembuluh darah yang membutuhkan diagnosis cepat serta tindakan medis lanjutan. Dengan fasilitas ini, pasien di Berau nantinya tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan yang lebih kompleks.

Sebagai bagian dari persiapan, dokter spesialis jantung RSUD dr. Abdul Rivai, dr. Zulkarnain Muin, Sp.JP, FIHA, saat ini tengah mengikuti program “Fellowship Kardiologi Intervensi” di Rizhao International Heart Hospital, China. Program tersebut berlangsung selama 12 bulan dan menjadi salah satu syarat penting dalam pengadaan fasilitas Cathlab di RSUD dr. Abdul Rivai.

Dalam keterangannya, dr. Zulkarnain menyampaikan bahwa selama mengikuti program fellowship, dirinya mendapatkan pelatihan intensif terkait tindakan kateterisasi jantung, termasuk teknik pemasangan ring jantung untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah.

“Selama pendidikan ini, saya dilatih melakukan tindakan intervensi jantung, mulai dari diagnosis hingga pemasangan ring jika ditemukan sumbatan,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Ia juga mengungkapkan sejumlah tantangan selama menjalani pendidikan di China, mulai dari perbedaan bahasa, cuaca yang berkisar 10–18 derajat Celsius, hingga adaptasi terhadap sistem transportasi dan keterbatasan akses aplikasi digital seperti WhatsApp, Instagram, TikTok, dan Google.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghambat proses pembelajaran. Menurutnya, para mentor di rumah sakit setempat tetap dapat berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa Inggris, sehingga materi pelatihan dapat diterima secara optimal.

Dr. Zulkarnain turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Berau, manajemen RSUD dr. Abdul Rivai, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Keuangan melalui LPDP atas dukungan yang diberikan dalam program tersebut.

Ia berharap, setelah menyelesaikan pendidikan dan didukung dengan fasilitas Cathlab, layanan kateterisasi jantung dapat segera dioperasikan di Berau dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

“Semoga ilmu yang saya peroleh bisa segera diterapkan di RSUD dr. Abdul Rivai, sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk keluar daerah untuk penanganan penyakit jantung,” tutupnya.

Dengan rencana hadirnya layanan Cathlab, RSUD dr. Abdul Rivai semakin memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Berau, sekaligus meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!