PALU – Di sela agenda kunjungan kerja bersama rombongan Komisi II DPR RI ke Sulawesi Tengah, Anggota DPR RI Fraksi PKS, KH Aus Hidayat Nur, menghadiri kegiatan Refleksi 24 Tahun PKS yang digelar DPW PKS Sulawesi Tengah, Kamis (23/04). Kegiatan yang mengusung tema “Milad Berdaya: Bersama Rakyat Menguatkan Ketahanan Indonesia” itu berlangsung hangat dan penuh nuansa kebersamaan.
Momentum refleksi ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan semangat perjuangan bagi kader PKS di Sulawesi Tengah. Dalam suasana akrab bersama jajaran pengurus dan kader, KH Aus menekankan pentingnya menjaga ukhuwah, memperkuat solidaritas, dan terus hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi kebangsaan.
Menurut KH Aus, semangat kebersamaan yang dibangun PKS selama 24 tahun merupakan modal penting dalam memperkuat ketahanan bangsa, terutama di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang terus berkembang.
“Di Samarinda ada saudara, di Balikpapan ada saudara, di penjuru Kalimantan Timur ada saudara, di Depok ada saudara, dan di Sulawesi Tengah pun ada saudara. Mereka adalah saudara seperjuangan, saudara dakwah, saudara muslimin,” ungkap KH Aus di hadapan peserta kegiatan.
Ia menilai, ikatan persaudaraan yang tumbuh di tubuh PKS bukan hanya menjadi energi perjuangan internal, tetapi juga kekuatan sosial dalam membangun kedekatan dengan rakyat. Baginya, tema “Bersama Rakyat Menguatkan Ketahanan Indonesia” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata untuk terus membersamai masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
KH Aus juga menyampaikan apresiasi kepada DPW PKS Sulawesi Tengah atas sambutan hangat dan pelaksanaan kegiatan refleksi yang sarat makna. Menurutnya, ruang-ruang silaturahmi seperti ini penting untuk merawat optimisme, memperkokoh persatuan, serta meneguhkan arah perjuangan politik yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
Kehadiran KH Aus Hidayat Nur dalam Refleksi 24 Tahun PKS di Sulawesi Tengah menegaskan bahwa di tengah padatnya agenda kenegaraan, semangat membangun kedekatan dengan kader dan rakyat tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian untuk Indonesia.(*)
