BERAU – Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kembali menjadi sorotan sebagai salah satu kawasan laut paling penting di dunia. Hamparan terumbu karang yang masih terjaga, keanekaragaman biota laut yang tinggi, serta ekosistem pesisir yang kaya menjadikan perairan Berau sebagai bagian vital dari Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle), kawasan dengan biodiversitas laut terbesar di planet ini.
Berdasarkan informasi yang dirilis DetikTravel, perairan Berau disebut sebagai jantung Segitiga Terumbu Karang global yang menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Kawasan ini juga menjadi jalur migrasi berbagai spesies laut bernilai tinggi yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dunia.
Keindahan bawah laut Berau telah lama dikenal para penyelam domestik maupun mancanegara. Terumbu karang yang membentang luas menjadi rumah bagi ribuan spesies ikan, penyu, mamalia laut, hingga berbagai organisme laut yang menjadikan kawasan ini sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati laut terbesar di Indonesia.
Tak hanya memiliki kekayaan bawah laut, wilayah pesisir Berau juga didukung oleh ekosistem mangrove yang luas dan produktif. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan kawasan mangrove di Berau mencapai sekitar 17.704 hektare dan menjadi habitat ratusan spesies satwa serta berperan penting dalam penyerapan karbon dan perlindungan pesisir dari abrasi.
Potensi alam tersebut menjadikan Berau sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Kalimantan Timur. Kawasan seperti Kepulauan Derawan, Maratua, Kakaban, Sangalaki hingga sejumlah pulau kecil lainnya menawarkan pengalaman menyelam dan snorkeling kelas dunia yang terus menarik minat wisatawan.
Namun di balik pesonanya, keberlanjutan ekosistem laut Berau menjadi tanggung jawab bersama. Ancaman perubahan iklim, pencemaran laut, serta aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan dapat berdampak terhadap kelestarian terumbu karang dan biota laut yang ada.
Karena itu, berbagai upaya konservasi terus didorong oleh pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait agar kekayaan laut Berau tetap terjaga untuk generasi mendatang. Dengan potensi yang dimiliki, Berau tidak hanya menjadi kebanggaan Kalimantan Timur, tetapi juga salah satu aset lingkungan paling berharga bagi Indonesia dan dunia.
Perairan Berau membuktikan bahwa kekayaan alam Indonesia masih menjadi penopang utama keanekaragaman hayati global. Menjaga kelestariannya bukan sekadar kebutuhan daerah, melainkan bagian dari tanggung jawab dunia untuk melindungi masa depan ekosistem laut bumi.(*)
