Jakarta – TNI mengakui menerapkan hukuman fisik ringan kepada peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang melanggar aturan selama mengikuti pendidikan.
Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP Brigif 1 Marinir Cilandak, Letkol Marinir Agus Mutaqin, menjelaskan bentuk hukuman yang diberikan berupa push up sebanyak 10 hingga 15 kali bagi peserta yang terlambat mengikuti apel pagi atau melakukan pelanggaran disiplin lainnya.Menurutnya, langkah tersebut bertujuan membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap aturan selama menjalani pelatihan.
Selain keterlambatan apel, peserta yang tidak mengikuti makan bersama juga dapat dikenai hukuman sebagai bentuk pembinaan, mengingat makan merupakan bagian penting dalam menjaga kondisi fisik peserta.
Meski demikian, Agus menegaskan hukuman yang diterapkan tidak disamakan dengan standar latihan prajurit aktif. Intensitasnya disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing peserta agar tetap mengedepankan aspek keselamatan.
Selain pemberian sanksi, pihak penyelenggara juga memberikan penghargaan kepada peserta yang menunjukkan prestasi dan kedisiplinan selama mengikuti pendidikan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi peserta hingga program selesai.
Dalam pelaksanaannya, peserta yang memiliki riwayat penyakit kronis atau kondisi kesehatan tertentu tidak diwajibkan mengikuti latihan fisik. Mereka diarahkan mengikuti materi di dalam kelas sesuai rekomendasi hasil pemeriksaan kesehatan sebelum pelatihan dimulai.
Sementara itu, peserta yang dinyatakan sehat mengikuti berbagai materi lapangan, mulai dari apel pagi, latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga latihan menembak yang dijadwalkan pada pekan ketiga sebagai bagian dari pembekalan dasar kemiliteran.Saat ini, sebanyak 674 peserta mengikuti program Latsarmil selama satu setengah bulan di Markas Pasmar I Cilandak, Jakarta.
Seluruh rangkaian kegiatan disebut berlangsung aman dan kondusif dengan harapan mampu membentuk karakter disiplin, jiwa nasionalisme, serta kesiapan peserta dalam mengelola Koperasi Desa Merah Putih setelah menyelesaikan pendidikan.(*)
