TANJUNG REDEB — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Berau menggelar orientasi dan silaturahmi pengurus periode 2026–2031, Minggu (23/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat kebersamaan, menyamakan langkah, sekaligus memperkuat komitmen pengurus dalam menjalankan roda organisasi.
Kegiatan diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan pembukaan, doa, laporan panitia, materi orientasi kepramukaan, dinamika kelompok, makan bersama, kegiatan seni, hingga pembahasan program kerja dan persiapan organisasi.

Ketua Panitia, Maulidiyah, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk mempererat silaturahmi antara pengurus, pembina, dan anggota Pramuka, khususnya karena terdapat sejumlah pengurus baru.
“Intinya, kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi, saling mengenal, serta menyamakan persepsi dan langkah demi kemajuan Gerakan Pramuka di Kabupaten Berau,” ujar Maulidiyah.
Ia menyebut sekitar 62 pengurus Kwarcab terdata, dengan 36 orang hadir berdasarkan absensi. Kegiatan juga diikuti delapan anggota Dewan Kerja Cabang (DKC) dari 19 anggota yang terdata.
Maulidiyah menegaskan kegiatan tersebut dilaksanakan secara mandiri tanpa menggunakan anggaran APBD.
“Ini non-budget. Murni dari kita untuk kita,” katanya.
Selain agenda organisasi, kegiatan dikemas santai melalui dinamika kelompok, permainan, seni, dan makan bersama. Suasana tersebut diharapkan membuat para pengurus semakin akrab sekaligus memahami nilai-nilai kepramukaan.

Ketua Kwarcab Berau, Syarifatul Sya’diah, mengatakan kegiatan orientasi ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun kekompakan antar pengurus periode 2026–2031.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut para pengurus dapat saling mengenal, terutama dengan adanya sejumlah pengurus baru, sekaligus memahami tugas dan tanggung jawab dalam kepengurusan.
“Orientasi ini penting untuk menyatukan kita, saling mengenal dan membangun kekompakan. Karena ada pengurus baru, kita ingin semuanya bisa bersama-sama memahami peran masing-masing,” ujarnya.
Syarifatul berharap kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan tersebut dapat menjadi modal awal dalam menjalankan program kerja Kwarcab Berau ke depan secara solid dan terkoordinasi.
Syarifatul , juga mengatakan Gerakan Pramuka tidak hanya berfokus pada kegiatan internal organisasi, tetapi juga harus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, salah satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah persoalan sampah dan kebersihan lingkungan. Anggota Pramuka diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Selain persoalan sampah, Syarifatul turut menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau. Ia menilai Pramuka memiliki peran dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla.
“Kita ingin Pramuka hadir bukan hanya dalam kegiatan organisasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Persoalan sampah dan karhutla menjadi perhatian kita bersama, sehingga Pramuka harus ikut mengedukasi dan mengajak masyarakat menjaga lingkungan,” ujarnya.
Syarifatul juga menekankan pentingnya kekompakan seluruh pengurus dalam menjalankan program kerja periode 2026–2031. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi menjadi kunci agar organisasi dapat berjalan lebih solid.
“Yang paling penting kita kompak, saling mendukung, dan bersama-sama menjalankan organisasi ini dengan baik. Semoga kepengurusan ke depan semakin solid dan Gerakan Pramuka di Berau semakin maju,” katanya.
Melalui kegiatan orientasi dan silaturahmi tersebut, Kwarcab Berau diharapkan semakin solid dalam menjalankan program kerja sekaligus mampu meningkatkan peran Pramuka dalam pembinaan generasi muda serta kepedulian terhadap lingkungan di Kabupaten Berau.(*)
