Maratua Musik Festival 2026 Usung Kolaborasi Musik, Budaya dan Wisata, Targetkan Kunjungan Naik 20 Persen

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau kembali menjadikan Pulau Maratua sebagai panggung promosi pariwisata melalui gelaran Maratua Musik Festival (M2F) 2026 yang akan berlangsung selama lima hari, mulai 30 Juni hingga 4 Juli mendatang. Tak sekadar menghadirkan hiburan musik, festival ini dirancang sebagai wadah promosi wisata, pelestarian budaya, penguatan UMKM hingga kampanye lingkungan.

Hal tersebut disampaikan dalam Press Conference Maratua Musik Festival 2026 yang digelar di Ruang Pertemuan Hotel Palmy Exclusive, Jumat siang (12/6/2026), menghadirkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Yudha Budisantosa, bersama Direktur Event Organizer Mata Sanggam Production, Morten.

Yudha Budisantosa mengatakan, pelaksanaan festival merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Berau dalam mempromosikan destinasi wisata unggulan, khususnya Pulau Maratua. Menurutnya, kegiatan tersebut juga merupakan jawaban atas masukan para pelaku usaha pariwisata dan pengelola resort yang menginginkan adanya aktivitas tambahan bagi wisatawan saat berkunjung ke Maratua.

“Selama ini kami terus melakukan promosi dengan berbagai cara. Salah satu masukan dari resort-resort adalah menghadirkan kegiatan yang dapat mengisi waktu wisatawan. Jadi wisatawan yang datang tidak hanya menikmati diving, tetapi juga dapat menikmati event budaya dan hiburan yang berkualitas,” ujar Yudha.

Berdasarkan data penyelenggaraan tahun 2025, Maratua Musik Festival berhasil menarik lebih dari 6.000 pengunjung, termasuk 27 wisatawan mancanegara. Untuk penyelenggaraan tahun ini, panitia menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan antara 10 hingga 20 persen.

Guna memperoleh data yang lebih akurat, panitia akan menerapkan sistem registrasi melalui barcode. Selain sebagai sarana pendataan pengunjung, sistem tersebut juga akan disertai pembagian doorprize bagi peserta yang melakukan registrasi.

Direktur EO Mata Sanggam Production, Morten, menjelaskan bahwa konsep M2F 2026 dikemas lebih lengkap dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selama lima hari pelaksanaan, kegiatan akan berlangsung sejak siang hingga malam hari dengan memadukan unsur musik, seni budaya, ekonomi kreatif dan promosi wisata.

“Yang ingin kami tonjolkan sebenarnya bukan hanya konser musik. Festival ini menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya lokal Maratua, memberdayakan UMKM, sekaligus mempromosikan destinasi wisata Berau kepada publik yang lebih luas,” jelasnya.

Berbagai kegiatan telah disiapkan, mulai dari pelatihan kulintangan, bazar UMKM, lomba seni budaya, pertunjukan musik tradisional, penampilan talenta lokal hingga konser musik yang menghadirkan artis nasional. Selain itu, para artis yang terlibat juga dijadwalkan mengikuti kegiatan promosi wisata dengan mengunjungi sejumlah destinasi unggulan di Maratua.

“Kami memilih artis yang bersedia terlibat dalam promosi wisata. Jadi mereka tidak hanya datang untuk tampil, tetapi juga ikut memperkenalkan keindahan Maratua melalui konten dan aktivitas wisata yang dilakukan selama berada di sini,” tambah Morten.

Selain sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, festival juga mengangkat isu keberlanjutan lingkungan. Panitia menyiapkan kegiatan bersih pantai, penanaman pohon serta kampanye pengurangan sampah plastik yang akan melibatkan masyarakat, wisatawan, pelaku usaha hingga duta wisata Kabupaten Berau.

Yudha menegaskan, meskipun pemerintah tengah menerapkan efisiensi anggaran, upaya promosi pariwisata tetap menjadi prioritas. Untuk pelaksanaan MMF 2026, Pemerintah Kabupaten Berau mengalokasikan anggaran sekitar Rp700 juta melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

“Efisiensi tetap berjalan, tetapi promosi pariwisata juga harus tetap berjalan. Kami optimistis festival ini dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Maratua,” tegasnya.

Dengan mengusung perpaduan musik, budaya, ekonomi kreatif dan kepedulian lingkungan, Maratua Musik Festival 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga menjadi etalase besar promosi wisata Berau yang mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk datang dan menikmati pesona Pulau Maratua. (*)

Editor : DM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!