TANJUNG REDEB – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau melaksanakan Sub Kegiatan Penyusunan Strategi Komunikasi Publik (Penyusunan Strakom) dengan melakukan peliputan dan pengumpulan informasi terkait program-program Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Berau, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim Diskominfo Berau yang terdiri dari Agustiah selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), serta Ahyar dan Dwi Cahyani sebagai pengelola kegiatan. Tim diterima langsung oleh Ketua Baznas Kabupaten Berau, Muhammad Gazali, di Kantor Baznas Kabupaten Berau.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Gazali menjelaskan bahwa selain zakat, sumber dana yang turut mendukung berbagai program bantuan Baznas berasal dari infak dan sedekah masyarakat.
Menurutnya, zakat memiliki ketentuan nisab atau batas minimum harta yang wajib dizakatkan, sehingga bagi masyarakat yang belum memenuhi nisab, infak dan sedekah menjadi alternatif untuk tetap dapat berbagi kepada sesama.
“Infak dan sedekah menjadi salah satu sumber penting yang membantu penyaluran bantuan kepada para mustahik atau penerima manfaat,” ujarnya.

Sebagai salah satu lembaga pelayanan publik yang berperan dalam pengelolaan dan penyaluran dana umat, Baznas Kabupaten Berau menjadi sasaran pelaksanaan Sub Kegiatan Penyusunan Strategi Komunikasi Publik tahun 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Diskominfo menghimpun informasi dari 10 orang mustahik yang menjadi narasumber. Para narasumber menerima kompensasi sebesar Rp250.000 per orang beserta konsumsi yang disediakan oleh Diskominfo Kabupaten Berau.

Usai menerima paparan dari pimpinan Baznas, tim Diskominfo didampingi oleh Jul Amri Putra, Singgih Mahardhika, Bhibies Arghita Nindyana, dan Saprudin dari Baznas Kabupaten Berau untuk mengunjungi sejumlah penerima bantuan.
Kunjungan dilakukan ke berbagai program yang dijalankan Baznas, mulai dari bantuan pendidikan, layanan rumah sehat, bantuan bagi warga yang mengalami musibah atau sakit, hingga berbagai bentuk bantuan bagi kelompok rentan lainnya.
Muhammad Gazali juga menjelaskan bahwa saat ini Baznas Kabupaten Berau secara rutin menyalurkan bantuan bulanan sebesar Rp400.000 kepada ratusan mustahik. Namun jumlah penerima bantuan mengalami penurunan signifikan karena sebagian penerima telah keluar dari kategori mustahik atau telah mampu mandiri secara ekonomi.
Dari 10 orang mustahik yang diwawancarai dalam kegiatan Penyusunan Strakom tersebut, sebagian merupakan penyandang disabilitas, termasuk tuna netra, serta warga yang memiliki keterbatasan fisik akibat penyakit maupun faktor usia lanjut. Mayoritas dari mereka masih menempati rumah sewa sederhana yang telah terdata dan mendapatkan pendampingan dari Baznas Kabupaten Berau.
Melalui kegiatan Penyusunan Strategi Komunikasi Publik Tahun 2026 ini, Diskominfo Kabupaten Berau berharap informasi mengenai program dan manfaat yang diberikan Baznas dapat tersampaikan secara lebih utuh kepada masyarakat.
Dengan demikian, masyarakat dapat melihat langsung kondisi para penerima manfaat dan semakin terdorong untuk berpartisipasi membantu sesama melalui zakat, infak, dan sedekah, khususnya di wilayah Kabupaten Berau.(*)
