BERAU – Proyek pembangunan jembatan di kawasan mangrove, Kampung Semurut, Kabupaten Berau, menjadi sorotan. Selain progres pekerjaan yang dinilai lambat, proyek tersebut juga diduga belum dilengkapi papan informasi kegiatan yang lazim dipasang sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerjaan telah berlangsung sekitar dua bulan. Namun hingga kini, pembangunan jembatan tersebut belum juga rampung sehingga memunculkan pertanyaan dari warga mengenai progres pelaksanaannya.
Sejumlah warga mengaku tidak pernah melihat adanya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Padahal, papan informasi umumnya memuat keterangan mengenai nama kegiatan, sumber pendanaan, nilai anggaran, pelaksana pekerjaan, serta target waktu penyelesaian.
“Selama pekerjaan berlangsung, saya tidak pernah melihat ada papan informasi proyek di lokasi,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Ketiadaan informasi tersebut dinilai mengurangi transparansi pelaksanaan proyek kepada publik. Di sisi lain, belum selesainya pekerjaan setelah berjalan sekitar dua bulan turut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pelaksanaan proyek serta target penyelesaiannya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait memberikan penjelasan resmi mengenai perkembangan pembangunan jembatan mangrove tersebut, termasuk progres pekerjaan, target penyelesaian, serta informasi lain yang menjadi hak publik untuk diketahui.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait pelaksanaan dan perkembangan proyek tersebut.(*)
